Aksi Tolak Perpanjang PPKM, Polisi: Tersangka Diperintah Untuk Rusuh dan Bawa Molotov

Kasat Reskrim Polrestabes Bandung AKBP Adanan Mangopang

POJOKSATU.id, BANDUNG-  Polisi terus mendalami penangkapan anak dibawah umur pasca demo tolak PPKM hari Rabu 21 Juli 2021 lalu.


Kasatreskrim Polrestabes Bandung AKBP Adanan Mangopang menjelaskan, bahwa seorang pelaku pembawa bom molotov berinisial H yang masih di bawah umur telah ditetapkan sebagai tersangka.

“Berdasar hasil pemeriksaan, pelaku disuruh seseorang untuk membawa barang tersebut. Kini, polisi telah mengantongi identitas penyuruh dan akan segera dilakukan pengembangan,” jelas Kasatreskrim AKBP Adanan Mangopang, Jumat, 23 Juli 2021.

Penyidik mendapatkan bukti hasil chatting HP yang bersangkutan memang sudah disiapkan memang dibawa.


“Jadi ada yang memerintah untuk membawa bom molotov saat demo, dan akan kita kembangkan ke yang memerintahkan itu, identitasnya sudah kita dapat,” kata dia di Mapolrestabes Bandung.

AKBP Adanan kemudian menjelaskan, temuan bom molotov itu bermula ketika polisi mencegat H bersama sejumlah orang lain yang hendak mengikuti aksi di Balai Kota Bandung. Polisi kemudian melakukan geledah badan dan mendapati barang berbahaya itu yang terdiri dari empat botol bom molotov dan satu botol bensin.

“Dari pemeriksaan, diketahui H merupakan pembuat bom molotov tersebut. Rencananya, barang itu akan dibawa saat aksi di Balai Kota Bandung. Beruntung, barang itu belum dilemparkan oleh pelaku dan sudah diamankan polisi guna dilakukan penyelidikan lebih lanjut,” pungkasnya.

Seperti diketahui, aksi demo tolak PPKM berakhir rusuh pada Rabu 23 Juli 2021. 150 orang diamankan Polisi pasca aksi demo tersebut.

Beberapa orang diperiksa intensif karena membawa barang terlarang, seperti bom molotov.

(rif/pojoksatu)