Statuta UI Diubah Presiden Jokowi, Demokrat: Apakah Memang Sengaja Memantik Kontroversi Baru Saat Ini

Ketua Bakomstra Partai Demokrat Harzaky Mahendra Putra (mufit)

POJOKSATU.id, JAKARTA – Partai Demokrat (PD) mengkritisi pengubahan statuta UI yang dilakukan Presiden Jokowi dengan PP. Politisi PD keheranan dengan kebijakan pemerintah tersebut.

Partai Demokrat (PD) mengingatkan langkah pemerintah yang mengizinkan rektor Universitas Indonesia (UI) diizinkan rangkap jabatan.

Partai Demokrat keheranan dengan kebijakan pemerintah tersebut.

“Kalau aturan bisa disesuaikan dengan selera penguasa, akan menjadi negeri apa kita,” kata Kepala Badan Komunikasi Strategis PD, Herzaky Mahendra Putra kepada wartawan, Rabu (21/7/2021).


“Kalau kampus seharusnya menjadi benteng terakhir terkait integritas & kredibilitas, kali ini Universitas Indonesia malah seakan dirusak kredibilitasnya oleh aturan ini,” katanya lagi.

Menurut Herzaky, kebijakan pemerintah mengizinkan rektor UI rangkap jabatan menimbulkan kecurigaan.

Sementara untuk jabatan seorang komisaris BUMN menurut Herzaky perlu ada seleksi ketat.

“Apakah ini disengaja? Agar masyarakat mencemooh rektor UI & institusi UI? Agar tiap peringatan moral, analisis kritis dari UI & alumninya menjadi tumpul? Jelasnya.

“Karena ternyata pemimpin tertinggi di kampusnya seakan maruk jabatan? Padahal, tiap komisaris & direksi BUMN, seharusnya diseleksi ketat,” ujarnya.

Keheranan lain Herzaky adalah mengapa Rektor UI Prof Ari Kuncor terpilih jadi komisaris BUMN pada 18 Februari 2020 lalu, lalu ada aturan yang sebelumnya melarang.

Herzaky menyinggung Menteri BUMN Erick Thohir juga merupakan anggota di MWA UI.

Pertanyaan lanjutan Herzaky adalah momen Presiden Jokowi dalam merevisi statuta UI sehingga rektor UI diperbolehkan rangkap jabatan.

Menurut Herzaky, mengapa momen perubahan statuta itu dilakukan di tengah pandemi.

“Apakah memang sengaja memantik kontroversi baru di tengah situasi sulit yang dihadapi rakyat & negeri ini? Sehingga fokus kita teralih? Apakah pemerintah tak bisa berfokus, ke pandemi saja, sampai sibuk urus statuta UI?” imbuhnya. (ral/int/pojoksatu)