Ubah Statuta UI demi Ari Kuncoro, Jokowi Tunjuk Diri Sendiri Sebagai Penguasa Lemah

Rektor UI Ari Kuncoro (ist)
Rektor UI Ari Kuncoro (ist)

POJOKSATU.id, JAKARTA – Langkah Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengubah statuta Universitas Indonesia (UI) yang membolehkan Rektor Ari Kuncoro ranngkap jabatan, adalah ancaman kemandirian kampus.


Sebab, Jokowi tidak mampu membiarkan perguruan tinggi menjadi sebuah kampus merdeka.

Selain itu, Jokowi juga sekaligus menunjuk dirinya sendiri sebagai penguasa yang lemah.

Demikian disampaikan Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah dalam keterangannya dikutip dari RMOL, Selasa (20/7/2021).


“Presiden menunjuk diri sebagai penguasa lemah karena tidak berhasil membiarkan kampus merdeka,” ujarnya.

Namun yang lebih pelik lagi adalah, ada nuansa politik akomodatif di balik keputusan Jokowi itu.

“Di mana rektor UI sebagai bagian dari loyalis Jokowi perlu dilindungi kepentingannya,” sambungnya.

Dedi melihat apa yang dilakukan Jokowi menjadi tragedi bagaimana membangun kemandirian seluruh perguruan tinggi di seluruh negeri.

“Lebih tragis lagi soal kuasa rektor yang dapat mengendalikan karir dosen, tentu ini tidak saja masalah bagi UI tetapi lebih jauh soal kemandirian kampus di seluruh negeri,” tandas Dedi.