Foto Idul Adha 1946 di Lapangan Gambir, Jenderal Sudirman Diserbu Jamaah

Idul Adha 1946 di Lapangan Gambir dijaga aparat bersenjata.  Foto IPPHOS/Anri.
Idul Adha 1946 di Lapangan Gambir dijaga aparat bersenjata. Foto IPPHOS/Anri.

POJOKSATU.id, JAKARTA – Jutaan umat Islam di dunia melaksanakan salat Idul Adha 2021 hari ini, Selasa, 20 Juli 2021.


Perayaan Idul Adha tahun ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Sebagian besar umat Islam terpaksa melaksanakan salat Idul Adha di rumah masing-masing karena masih pandemi Covid-19.

Di tengah suasana perayaan Idul Adha 2021, warganet membagikan foto lawas Jenderal Sudirman melaksanakan salat Idul Adha 1946 di Lapangan Gambir, Jakarta.

Foto tersebut memperlihatkan ribuan umat Islam melaksanakan salat Idul Adha di Lapangan Gambir.

Jenderal Sudirman tampak duduk di barisan paling depan, bersebelahan dengan Wongsonegoro. Ia bersama ribuan jamaah tampak khususk mendengarkan khutbah Idul Adha.

Pelaksanaan salat Idul Adha 1946 dijaga oleh aparat bersenjata karena pada saat itu situasi keamanan belum terkendali. Sebab, Indonesia baru setahun merdeka dari penjajahan.

“Hari Idul Adha di Jakarta, 4 Nov 1946. Lapangan Gambir jadi lautan manusia, sementara tentara ikut berjaga,” kata pemilik akun @potretlawas, Senin (19/7).

Jenderal Sudirman duduk di barisan depan, bersebelahan dengan Wongsonegoro.  Foto IPPHOS/Anri.

Menurutnya, Idul Adha 1946 datang lebih cepat sehari dari perkiraan sebelumnya.

“Tahun itu Idul Adha datang sehari lebih awal, dari yang dijangkakan 5 Nov. Menteri agama menetapkan perubahan sebulan sebelumnya,” jelasnya.

Umat Islam yang melaksanakan salat Idul Adha di Lapangan Gambir berasal dari Jakarta, Bogor, Tangerang, bekasi dan sekitarnya.

“Seperti yang sudah-sudah, lapangan Gambir jadi tujuan utama tempat sembahyang orang Jakarta, Bogor, Tangerang, dan sekitarnya,” bebernya.

Jenderal Sudirman berada di Jakarta dalam rangka mengikuti perundingan gencatan senjata antara Indonesia dan Belanda yang dilaksanakan pada 2 November 1946.

“Jenderal Sudirman sendiri ada di Jakarta untuk perundingan gencatan senjata dengan Sekutu. Ia beserta rombongan tiba 3 hari sebelumnya dengan kereta.

“Kehadirannya di lapangan Gambir disebut menyedot perhatian. Begitu salat Iduladha usai, orang menyerbunya, berebut untuk bersalaman,” pungkasnya. (one/pojoksatu)

Loading...