Imbas PPKM Diperpanjang, 48 Ribu Karyawan Mal Terancam di PHK

Ilustrasi. Foto via JPNN
Ilustrasi. Foto via JPNN

POJOKSATU.id, JAKARTA- Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonjus Widjaja menyebutkan ada 48 ribu karyawan mal yang terancam di PHK.


Itu jika pemerintah memutuskan untuk memperpanjang PPKM Darurat Jawa-Bali yang akan berakhir pada 20 Juli 2021 besok.

“Jumlah karyawan pusat perbelanjaan 280 ribu orang, potensi yang dirumahkan atau terkena PHK sekitar 30 persen,” ujarnya dalam keterangannya kepada wartawan di Jakarta, Senin (19/7/2021).

Menurutnya, kebijakan PHK tersebut merupakan langkah yang diambil pengusaha mal untuk menyalamatkan keuangan perusahaan.

Meski demikian, para pelaku usaha mal terus berupaya bertahan, sambil berharap PPKM Darurat berjalan dengan efektif sehingga kondisi ekonomi kembali berjalan normal.

“Saat ini semua pusat perbelanjaan hanya bisa mengupayakan untuk bertahan sembari berharap PPKM Darurat efektif dan tidak berkepanjangan,” tuturnya.

Sebelumnya, pemerintah berencana akan mengumumkan perpanjangan PPKM Darurat Jawa-Bali pada sore ini, Senin (19/7).

Rencan itu dibuat menyusul PPKM Darurat yang semulanya berlaku dari 3-20 Juli 2021 akan berakhir pada 20 Selasa, besok.

Direktur Jendral Administrasi Wilayah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Safrizal ZA membenarkan rencana tersebut. Akan tetapi ia belum bisa memastikan waktu pengumumannya.

“Benar, setelah sidang kabinet sore ini,” kata Safrizal dikutip dari CNNindoneesai.com, Senin (19/7).

Safrizal enggan memastikan apakah PPKM Darurat akan diperpanjang. Menurutnya, hal itu masih akan dibahas oleh sejumlah kementerian dan lembaga dalam rapat terbatas.

“Begitu arahan, langsung kita kerjakan hari ini,” ujar Safrizal.

(muf/pojoksatu)

Loading...