Kiai Sami’an Juga Disebut Hirup Napas Pasien Covid-19, “Alhamdulillah Saya Sehat Walafiat”

Tangkapan layar mengaku pria bernama Masudin (dtc)
Tangkapan layar mengaku pria bernama Masudin (dtc)

POJOKSATU.id, JOMBANG –Kiai Sami’an (45) yang disebut ikut menghirup napas pasien Covid-19 mengaku dalam kondisi sehat walafiat saja. Aksi Masudin (47) dan Kiai Samian ini viral di media sosial.


Sami’an menjadi sahabat Masudin sekitar 2,5 tahun terakhir. Bahkan, ia menganggap terapis tunarungu itu sebagai guru spiritualnya.

“Alhamdulillah saya dalam keadaan sehat walafiat,” kata Kiai Sami’an kepada wartawan menjawab isu yang menyebut dirinya meninggal dunia setelah menghirup napas pasien COVID-19, Minggu (18/7/2021).

Kiai Sami’an mengakui, pria berpeci hitam yang bersama Masudin menghirup napas pasien Corona adalah dirinya.

Saat itu, Sami’an diajak Masudin membesuk pasien Covid-19 di salah satu rumah sakit swasta di Jombang pada 17 April 2021.

Pasien tersebut berinisial HD (26), warga Desa Kepuhkembeng, Kecamatan Peterongan, Jombang.

Disebutkan HD positif Covid-19 sehingga diisolasi di rumah sakit tersebut.

HD merupakan menantu Rokim, teman Masudin yang saat itu juga diisolasi di rumah sakit yang sama.

HD berhasil sembuh dari Covid-19. Namun, kedua mertuanya meninggal dunia.

“Abah Rokim bilang menantunya juga sakit ada ruangan diisolasi, tapi kami tidak tahu kena Covid atau tidak. Mr Masudin dimintai tolong Abah Rokim untuk membesuk juga kalau bisa masuk ke ruang isolasi,” terangnya.

Saat itulah Kiai Sami’an diminta Masudin menghirup napas HD yang disebut positif Covid-19.

Seperti dalam video yang viral, aksi nekat serupa dilakukan Masudin. Kiai Sami’an maupun Masudin menghirup napas pasien melalui hidung dan mulut.

“Alhamdulillah setelah video itu saya tidak merasakan apa-apa, tidak sakit sama sekali,” ungkapnya.

Kiai Sami’an menegaskan, dirinya tidak berniat sombong maupun mencari sensasi. Ia juga tidak ingin video menghirup napas pasien Covid-19 itu viral.

Apalagi sampai dinilai tidak percaya dengan Covid-19.

“Saya sama sekali tidak punya niatan apa-apa. Terjadi seperti itu (viral), saya serahkan kepada Allah SWT,” jelasnya.

“Intinya kita tetap harus menjaga kesehatan, jaga imun, kita ikuti aturan-aturan pemerintah supaya bebas dari COVID-19,” cetusnya.

Kiai Sami’an (45) juga mengajar di madrasah dan Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang.

Meninggalnya Masudin pada Selasa (13/7) mengejutkan pemilik nama lengkap Mohammad Sami’an ini.

Dia mengaku tidak mengetahui persis penyebab meninggalnya terapis tunarungu asal Desa Banyuarang, Kecamatan Ngoro, Jombang tersebut.

“Saya kenal Mr Masudin 2,5 tahun. Saya tidak tahu beliau sakit apa. Saat beliau meninggal saya langsung ke rumah duka. Kata istrinya sakit lambung. Saya juga kaget,” katanya seperti dilansir detikcom.

Video aksi Masudin dan KH Sami’an menghirup napas pasien COVID-19 sempat di-posting ke akun Instagram milik Masudin, @mr.masudinjombang pada 8 Juni 2021.

Video berdurasi 1 menit 5 detik itu dihapus tiga hari kemudian.

Setelah terapis tunarungu itu meninggal pada Selasa (13/7), video tersebut menjadi viral.

Karena warganet mengaitkan video itu dengan meninggalnya Masudin.

Sehingga terkesan bapak enam anak itu meninggal akibat nekat menghirup napas pasien Covid-19.

Berdasarkan keterangan Pemerintah Desa Banyuarang dan asisten Masudin, terapis tunarungu itu meninggal bukan karena terinfeksi Covid-19.

Namun, karena penyakit lambung yang sudah akut. Terlebih lagi, istri dan dua anak Masudin negatif Corona berdasarkan hasil tes swab antigen, Rabu (14/7).

Kepala Desa Banyuarang Widjaya mengatakan Masudin meninggal di rumah pada Selasa (13/7) sekitar pukul 23.30 WIB atau sekitar empat hari lalu.

Jenazah terapis pendengaran itu dimakamkan di tanah kelahirannya di Desa Pucangsimo, Kecamatan Bandar Kedungmulyo, Jombang, keesokan harinya.

“Riwayat sakitnya lambung, sudah lama, sejak 2018 sering ngedrop. Pemakaman normal (tanpa protokol Covid-19). Jenazah dibawa ke Pucangsimo,” jelasnya saat dimintai konfirmasi wartawan, Sabtu (17/7/2021).

Widjaya meyakini Masudin meninggal bukan karena terinfeksi virus Covid-19. (ral/int/pojoksatu)

Loading...