Polisi Diserang Saat Bubarkan Massa, Aipda Erwin Kena Panah

Polisi diserang saat bubarkan massa yang bentrok di Jayawijaya

POJOKSATU.id, WAMENA – Polisi diserang saat bubarkan massa yang bentrok di wilayah Kelurahan Sinakma, Distrik Wamena Kota, Papua. Akibatnya, anggota Polres Jayawijaya bernama Aipda Erwin mengalami luka terkena panah.


Bentrokan massa bermula saat warga bernama Paos Tabuni (55) ditemukan meninggal dunia di pinggir kali.

Awalnya, Paos Tabuni berangkat menuju ke kali Sinakma untuk mandi sekitar pukul 10.00 WIT.

Sesampainya di kali, korban tiba-tiba terjatuh dan pingsan di pinggir kali. Keluarga korban melihat korban terbaring di pinggir kali.


Setelah itu keluarga korban membawa korban ke rumah sakit. Sesampainya di RSUD Wamena, korban Poas Tabuni dinyatakan meninggal dunia.

Keluarga membawa mayat korban menuju ke rumah duka di kampung Gunambur Sinakma.

Pukul 17.15 WIT terjadi keributan antara kedua kelompok masyarakat.

Kelompok I adalah keluarga korban Poas Tabuni dan kelompok II belum diketahui dari kelompok mana.

Kedua kelompok massa ini saling serang hingga anggota Polres Jayawijaya datang dan membubarkan massa.

Namun saat membubarkan massa, anggota polisi malah diserang oleh salah satu kelompok hingga Aipda Erwin terkena anak panah.

Kronologi Aipda Erwin Dipanah

Kapolres Jayawijaya AKBP Dominggus Rumaropen membeberkan kronologi anggotanya diserang balik saat membubarkan dua kelompok masa yang bentrok.

Menurut kapolres, kedua kelompok masa yang saling serang sudah berhasil dibubarkan. Namun salah satu anggotanya, Aipda Erwin, mengalami luka panah di bagian punggung.

AKBP Dominggus Rumaropen mengatakan, Aipda Erwin yang terkena panah sudah mendapat perawatan medis.

“Pada pukul 17.30 wit anggota Polres Jayawijaya menuju ke Pasar Sinakma untuk mengamankan kedua kelompok yang saling bertikai, lalu saat anggota berusaha mengamankan, salah satu kelompok menyerang anggota Polres Jayawijaya dengan menggunakan panah,” ungkapnya pada Rabu (14/7) kemarin

Menurutnya, pada saat anggota mengamankan diri, Aipda Erwin dipanah oleh orang yang tidak dikenal pada bagian belakang.

Setelah itu anggota dilarikan ke Klinik Polres Jayawijaya untuk mendapatkan pertolongan dari pihak medis.

Pukul 18.30 WIT, polisi berhasil mengamankan situasi di Pasar Sinakma, lalu anggota melakukan apel konsolidasi di Polres Jayawijaya.

“Saat ini situasi di Sinakma sudah aman dan kondusif, namun kami masih mengantisipasi adanya tindak lanjut dari aksi ini, sekaligus melakukan pencarian kepada pelaku yang menyerang anggota Polres Jayawijaya dengan panah,” jelasnya.

Terkait penyebab meninggalnya korban Poas Tabuni, Kapolres menyatakan belum bisa dipastikan.

Mayat Poas Tabuni telah diotopsi RSUD di Jayapura, kemudian dibawa ke rumah duka oleh keluarga untuk disemayamkan dan dimakamkan.

“Untuk korban luka yang dialami oleh anggota Polres Jayawijaya sudah mendapatkan perawatan dari pihak medis. Barang bukti yang kita dapatkan yakni sebuah panah yang ditemukan di tubuh anggota kami,” tutupnya. (jo/tri/cepos)