Keras! Politisi Demokrat Ingatkan Risma Soal Ucapnya Terkait Papua: Ini Sangat Diskriminatif dan Rasis

Menteri Sosial Tri Rismaharini alias Risma. Foto Kemensos

POJOKSATU.id, JAKARTA- Politisi Partai Demokorat Anwar Hafidz mengingatkan Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini terkait dengan pernyatanya soal Papua.


Menurutnya, apa yang disampaikan Risma dinilai sangat provokatif, rasis dan diskriminatif terhadap rakyat Papua.

Dimana, ia menempatkan Papua seakan-akan sebagai tempat pembuangan manusia dan itu dinilai sangat merendahkan martabat rakyat Papua.

“Itu memang masuk kategori logika yang agak diskriminatif dan rasis dalam melihat ke-Indonesiaan,” kata Anwar dalam keterangannya diterima Pojoksatu.id di Jakarta, Kamis (15/7/2021).


“Disadari atau tidak, sengaja atau tidak, pernyataan Mensos Tri Rismaharini turut mewarnai cara berpikir pejabat di Jakarta terhadap Papua,” sambungnya.

Ia mengatakan, tidak sepatutnya mantan Walikota Surabaya itu menyampaikan hal tersebut.

Di sisi lain, lanjut anak buah Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat ini Pemerintah bersama DPR RI tengah berjuang bagaimana menegakkan keadilan di Bumi Cenderawasih.

Itu Melalui Revisi Undang-Undang (RUU) Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus (Otsus) Papua. Yang mana RUU hari ini diketok menjadi UU Otsus Papua melalui Rapat Paripurna.

“Revisi UU Otsus Papua adalah bagian dari kerja keras Pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua sebagai bagian integral dari Negara Kesatuan Republik Indonesia,” paparnya.

“Seharusnya semua pejabat seirama soal ini, tidak memberikan statemen yang bisa diartikan menyakiti rakyat Papua,” tegas Anwar.

Sebelumnya diberitakan, Mensos Risma kembali menumpahkan amarahnya saat melihat pegawai Balai Wyata Guna dinilai tak responsif dalam bekerja, Selasa (13/7/2021)

Risma melihat, pegawai balai terrsebut masih berada di dalam kantor dan tidak membantu dapur umum.

Adapun dapur umum ini digunakan untuk memasak telur yang akan dibagikan ke warga dan petugas selama pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat.

Mantan Walikota Surabaya itu meminta kepada para pegawai Balai Wyata Guna agar lebih peka dan membantu di dapur umum, bukan berleha-leha di dalam kantor berpendingin ruangan.

“Rakyat lagi susah sekarang, tenaga-tenaga kesehatan semua susah, tapi semua teman-teman kayak priayi semua. Maunya duduk tempat dingin, enggak mau susah-susah. Ayolah kita peduli, jangan jadi priayi. Semuanya polisi ada di jalan, semua jaga, teman-teman enak duduk di dalam. Di mana perasaan kalian,” ujar Risma.

Tak sampai di situ, Risma mengancam akan memindahkan seluruh ASN Kemensos yang menjadi pegawai Balai Disabilitas Wyata Guna ke Papua jika masih tak mau membantu operasional dapur umum.

“Saya tidak mau lihat seperti ini lagi. Kalau seperti ini lagi, saya pindahkan semua ke Papua. Saya enggak bisa pecat orang kalau nggak ada salah, tapi saya bisa pindahkan ke Papua. Jadi tolong yang peka,” tegasnya.

(muf/pojoksatu)