Setelah Kabur, Korlap Aksi Masa Atribut Santri Ricuh di Tasikmalaya Menyerahkan Diri, Diantar Ulama

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Erdi Adrimulan Chaniago

POJOKSATU.id, BANDUNG – Polda Jawa Barat menyatakan, satu orang DPO (daftar pencarian orang) dalam kasus aksi massa atribut santri ricuh unjuk rasa berakhir ricuh di depan Kantor Kejari Singaparna Senin (12/7) lalu, sudah menyerahkan diri ke Polisi.

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Erdi Adrimulan Chaniago menyatakan, DPO tersebut menyerahkan diri ke Polres Tasikmalaya.

“Jadi yang bersangkutan diantar oleh pesantrennya, oleh ulama di sana. Jadi sekarang sudah lengkap tersangka itu berjumlah empat orang,” ujarnya ditemui di Gerbang Tol Pasteur, Kamis (15/7/2021).

Erfi menambahkan, keempat tersangka saat ini sedang dalam perjalanan ke Polda Jabar untuk diminta keterangan sebagai tersangka.


“Belum ditahan, sedang menuju ke Polda Jabar semuanya empat tersangka,” jelasnya.

Untuk satu orang DPO yang menyerahkan diri itu inisial A.

“Jadi tersangka tersebut menyampaikan kepada ulama di sana, kemudian ulama di sana menyerahkan ke Polres Tasikmalaya,” paparnya.

Kendati demikian, pihaknya masih belum mengetahui persis motif pelaku karena saat ini masih dilakukan pendalaman oleh penyidik.

“Untuk yang bersangkutan motifnya itu masih dalam pengembangan ya, kan kita baru menangkap, dalam artian menangkap dari penyerahan,” terangnya.

Dalam aksi unjuk rasa yang berakhir ricuh tersebut, A berperan sebagai korlap aksi.

“Dia sebagai korlap, kemudian peran dalam kasus itu sebagai provokator,” pungkasnya. (arf/pojoksatu)