Soroti Kinerja Komnas HAM, Marwan Batubara Sebut Laporan Sumir Penuh Rekayasa Soal Laskar FPI

Marwan Batubara. Foto repro yutube

POJOKSATU.id, JAKARTA— Marwan Batubara menyoroti kinerja Komnas HAM terhadap peristiwa penembakan 6 laskar FPI di KM 50, Tol Jakarta-Cikampek beberapa waktu lalu.


Salah satu anggota Tim Pengawal Peristiwa Pembunuhan Laskar FPI atau TP3 ini ikut menyoroti kinerja Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM).

“Kita menemukan tentang laporan sumir yang penuh rekayasa yang dilakukan oleh Komnas HAM,” kata Marwan dalam acara bedah buku putih penembakan Laskar FPI yang diselenggarakan UI Watch secara daring, Rabu (14/7).

Marwan menyayangkan, Komnas HAM sebagai lembaga negara yang dibiayai oleh uang rakyat dari APBN justru tidak menunjukan kinerja yang sesuai dengan semangat pembentukan lembaganya, yakni agar tegaknya HAM.


“Orang dibunuh dengan sadis, tapi yang dilakukan Komnas HAM justru melindungi aparat negara yang terlibat dan ikut merekayasa laporan,” jelasnya.

“Yang menurut Undang-undang, laporan ini tidak layak tidak kredibel dan tidak mengikuti proses hukum yang sebenarnya,” tandas Marwan.

Karena, Marwan melanjutkan, apa yang dilakukan oleh Komnas HAM dalam peristiwa kelam itu hanya sebatas pemantauan.

Namun dalam penyampaikannya kepada pemerintah dan setiap keterangan pers Komnas HAM menyampaikan laporan penyelidikan.

Lebih parahnya lagi, ungkap Marwan, Komnas HAM harus mendapatkan izin dari pengadilan negeri sebagaimana diatur dalam pasal 9 UU 39/1999 Tengang HAM ayat 3 huruf F,G dan H.

“Jadi izin melakukan pemantauan tidak ada, lalu malah lebih parah lagi laporan pemantauan diakui sebagai laporan penyelidikan,” tanya Marwan. (ral/rmol/pojoksatu)