Tagih Utang Pakai Seragam TNI, Pedagang Sayur Ditangkap POM

Pedagang sayur inisial R ditangkap karena pakai seragam TNI saat tagih utang

POJOKSATU.id, TARAKAN – Seorang pedagang sayur berinisial R (23) ditangkap Polisi Militer (POM) Pangkalan Udara (Lanud) Anang Busra Tarakan.

R ditangkap karena menggunakan seragam TNI Angkatan Udara (AU) saat menagih utang kepada salah satu warga inisial S.

S melaporkan hal itu kepada POM Lanud Tarakan. Petugas POM akhirnya turun tangan menangkap S.

“Yang bersangkutan melakukan tindakan semacam pemaksaan atau menagih utang kepada saudara S, dan S melaporkan ke pihak kami,” ujar Komandan Lanud Anang Busra Tarakan, Kolonel Pnb Somad, dalam keterangan persnya, dikutip Prokal, Senin (12/7).


Dari laporan itu, POM Lanud Tarakan menindaklanjuti dengan melakukan penyelidikan secara terbatas.

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari berbagai pihak, diketahui bahwa R telah memaksa S membayar utangnya.

Yang pihaknya soroti terkait sikap R yang menyalahgunakan seragam TNI AU untuk menjalankan aksinya. Karena itu, pihaknya bertindak.

Pihaknya kemudian mengamankan R pada Sabtu (10/7) malam dan dibawa ke Mako POM Lanud Anang Busra Tarakan pada pukul 00.20 Wita, Minggu (11/7) dini hari.

Dari hasil pemeriksaan, R mengakui perbuatannya. Ia mengaku sebagai anggota Paskhas TNI UA yang BKO di Satuan Radar (Satrad) 225 Tarakan.

“Langkah yang kami ambil bahwa yang bersangkutan harus ditindak tegas karena yang bersangkutan telah menyalahgunakan seragam TNI Angkatan Udara sesuai dengan Surat Telegram Panglima TNI,” tegasnya.

Dari informasi yang digali, ternyata R pernah mendaftarkan diri mengikuti seleksi prajurit bintara TNI AU pada tahun 2018/2019.

“Namun karena sesuatu hal yang bersangkutan tidak lulus atau tidak masuk sebagai prajurit TNI Angkatan Udara,” bebernya.

Selain itu, R juga diketahui pedagang sayur di pasar Kampung Bugis, Kelurahan Karang Anyar.

“Yang bersangkutan ini sebagai pedagang sayur,” bebernya.

Seragam TNI AU diperoleh R melalui pembelian secara online. R kini diserahkan ke Polres Tarakan untuk diperiksa lebih lanjut, terkait dugaan melakukan tindakan melawan hukum lainnya.

Ia berharap dengan kejadian itu, masyarakat di Tarakan tidak mengulangi perbuatan yang sama. (mrs/udi/prokal)