Mau Coba Investasi Obligasi? Ketahui Dulu 4 Hal Ini

Investasi-Obligasi

POJOKSATU.id – Investasi obligasi kini makin banyak digandrungi. Tidak hanya mereka yang memiliki cukup pengetahuan keuangan, investor baru pun banyak yang mulai menjajal instrumen obligasi karena dianggap relatif stabil dengan keuntungan cukup menjanjikan. Apalagi sekarang, pemerintah makin rajin mengeluarkan seri obligasi yang dilepas secara terbuka pada publik.


Obligasi adalah pinjaman yang diberikan oleh investor kepada penerbit surat utang baik pemerintah maupun swasta dengan nominal dan jatuh tempo tertentu. Investasi obligasi menjanjikan passive income yang bersumber dari pendapatan bunga yang dibayar secara berkala sesuai dengan ketentuan yang sudah disepakati di awal.

Kelebihan utama investasi obligasi khususnya obligasi pemerintah adalah adanya jaminan  100 persen dana investor akan dikembalikan pada saat jatuh tempo tiba. Kepastian pengembalian dana ini diatur dalam Undang-undang Nomor 24 Tahun 2002 tentang Surat Utang Negara. Jadi saat memutuskan membeli obligasi negara seperti Obligasi Ritel Indonesia (ORI) tidak ada cerita uangmu lenyap dan hilang begitu saja.

Meski menawarkan imbal hasil yang cukup tinggi, kamu tetap perlu cermat saat memilih investasi obligasi. Setidaknya, kamu harus mengetahui 4 hal berikut agar keuntungan investasi bisa maksimal.


1. Bisa diperdagangkan

Saat memutuskan berinvestasi obligasi, kamu harus tahu bahwa instrumen investasi ini tak hanya bisa dibeli di pasar primer pada saat Initial Public Offering (IPO) lho. Beberapa seri obligasi pemerintah seperti Obligasi Ritel Indonesia juga diperjualbelikan di pasar sekunder sehingga bisa dibeli kapan saja dan di mana saja.

Saat membeli obligasi di pasar primer, kamu harus menunggu sampai pemerintah mengumumkan tanggal penjualan dengan harga yang telah ditetapkan pemerintah. Meski pembelian obligasi di pasar primer bisa dimulai dari Rp1 juta hingga 3 miliar, biasanya saat membeli di pasar primer kamu akan bersaing dengan investor besar yang mempunyai modal lebih besar.

Situasinya akan berbeda bila kamu membeli obligasi di pasar sekunder. Di pasar sekunder kamu bisa menjual obligasi sesuai harga pasar dan mendapatkan capital gain. Namun bila tidak hati-hati kamu juga bisa mendapatkan capitall loss atau kerugian karena harga jual lebih rendah dibanding harga beli.

2. Bunga lebih tinggi dibanding deposito

Salah satu yang membuat obligasi kian dilirik dibanding instrumen investasi yang sama-sama menjanjikan pengembalian dana pada saat jatuh tempo seperti deposito adalah karena nilai suku bunga yang lebih tinggi. Dengan begitu kamu bisa mendapatkan pendapatan tetap yang lebih baik setiap waktunya. Pembayaran kupon biasanya dilakukan secara berkala baik setiap tiga bulan, enam bulan maupun 1 tahun sesuai dengan kesepakatan di awal. Makin besar nilai investasi obligasi akan semakin banyak pula pendapatan bunga yang kamu dapat.

3. Dikenakan pajak

Tidak ada instrumen investasi yang benar-benar bebas dari pajak dan potongan. Saat berinvestasi obligasi kamu pun akan dikenai potongan pajak. Pajak yang dikenakan atas kupon obligasi adalah Pajak Penghasilan (PPh) final sebesar 15%. Tingkat pajak yang dikenakan ini lebih rendah dibandingkan dengan pajak atas deposito sebesar 20%.
Oiya, satu hal lagi yang perlu diketahui bahwa kamu bisa menjadikan obligasi sebagai agunan di perbankan untuk mendapatkan pinjaman pendanaan.

4.Investasi Online

Berinvestasi obligasi kini menjadi lebih mudah karena kamu bisa memanfaatkan transaksi obligasi online lewat aplikasi digibank by DBS. Di aplikasi ini kamu tidak hanya bisa membeli obligasi di pasar primer tetapi juga bisa melakukan transaksi jual beli di pasar sekunder.

Layanan obligasi di digibank by DBS memberi kamu kesempatan untuk memesan, membayar, dan membuat Single Investor Identification (SID) yang dibutuhkan untuk investasi, mengecek profil risiko, dan menjual surat berharga yang kamu miliki secara online. Semua transaksi bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja tanpa terikat ruang dan waktu.

Berinvestasi obligasi dengan memanfaatkan aplikasi digibank by DBS akan membantu investor pemula seperti untuk belajar pasar obligasi dengan cepat. Kamu bisa rutin mengecek harga pasar dan menentukan sendiri kapan waktu beli dan jual obligasi di pasar sekunder. Semakin rajin melakukan transaksi, peluang mendapatkan capital gain akan lebih banyak.

Berikut beberapa manfaat yang kamu dapatkan saat melakukan transaksi investasi obligasi lewat aplikasi digibank by DBS:

– Investasi obligasi bisa diperjualbelikan kembali dengan imbal hasil atau kupon penjualan terbaik.
– Mendapatkan pendapatan tetap dari pembayaran imbal hasil atau kupon yang langsung masuk ke rekening digibank kamu.
– Pembelian bisa dilakukan mulai dari Rp 1 juta atau USD 1.000 dan dengan imbalan tetap yang akan dibayarkan secara berkala.

Berbagai kelebihan berinvestasi obligasi lewat aplikasi digibank by DBS makin lengkap lagi karena kamu bisa melakukan berbagai transaksi hanya dari satu aplikasi. Karena itu, buat kamu yang belum punya aplikasinya segera download sekarang Di App Store atau Google Play juga.

Setelah download  kamu bisa login di aplikasi digibank by DBS, mengisi data pribadi dan mendapatkan SID. Selanjutnya kamu bisa memesanan SBN dan menjualnya kapanpun kamu mau. Saatnya menikmati kemudahan transaksi obligasi hanya dari satu Aplikasi, digibank by DBS.

(Adv)