Oknum TNI Piting Calon Istri Hingga Tewas ‘Sudah Lama Saya Dongkol Sama Kamu’

Rekonstruksi oknum TNI piting calon istri hingga tewas. Foto via Prokal

POJOKSATU.id, BALIKPAPAN – Kasus oknum anggota TNI piting calon istri hingga tewas di Balikpapan, Kalimantan Timur memasuki babak baru.


Oknum anggota TNI berinisial Praka MAM (32) menghabisi calon istrinya, Riski Ramadhini (30) pada 1 Maret 2021.

Jenazah Riski Ramadhini dibuang ke semak-semak dan baru ditemukan 43 hari kemudian dalam kondisi tinggal tulang.

Rekonstruksi kasus pembunuhan MAM terhadap kekasihnya Riski Ramadhini yang merupakan honorer tenaga pengajar ini, digelar dua hari, Kamis-Jumat, 8-9 Juli 2012.


Sejumlah fakta terungkap pada rekonstruksi kasus pembunuhan tersebut.

BACA: Curhat Rizki Rahmadini Sebelum Dihabisi Pacar Oknum TNI, Ternyata Ditolak Calon Mertua

Kamis pagi, 8 Juli 2021, rekonstruksi pembunuhan Riski digelar Komando Daerah Militer VI/ Mulawarman. Para petugas membawa MAM ke tukang jahit pakaian di dekat Pasar Manggar.

Di situ MAM dan Riski mengambil pakaian persit pada Senin pagi, 1 Maret 2021.

Riski Rahmadhini

Sedianya, pakaian tersebut bakal digunakan untuk melangsung pernikahan dua sejoli ini.

Setelah dari tempat pengrajin pakaian, Praka MAM dan Riski berpisah. MAM sempat kembali ke asramanya di Markas Batalyon Infanteri Raider 600/Modang Kodam VI/Mulawarman, Manggar.

BACA: Sindiran Menohok Sujiwo Tejo Saat Paspampres Geruduk Polres Jakarta Barat

Menjelang siang, kedua pasangan tersebut bertemu lagi. Setelah santap siang, mereka pergi ke Jalan Proklamasi, Manggar.

Hujan deras yang mengguyur Kota Beriman membuat rekonstruksi berjalan tak maksimal.

Mengenakan pakaian tahanan berwarna kuning dan topeng hitam, tersangka kembali menjalani rekonstruksi pembunuhan pada Jumat (9/7) pagi.

Kali ini TKP-nya adalah kawasan perkebunan di Jalan Proklamasi, Manggar, lokasi pembunuhan Riski.

Awalnya, MAM membawa korban dengan dalih melihat pemandangan. Dari jalan utama, tersangka membonceng korban menyusuri jalan tanah menurun. Sekitar 100 meter, MAM memarkir kendaraan dan mengajak korban berjalan.