Penambahan Covid-19 Indonesia Nomor 1 di Dunia, dr RA Adaninggar: Buah Dari Setahun Berusaha Tutupi Fakta

Dr RA Adaninggar SpPD. Foto Instagram/@drningz

POJOKSATU.id, JAKARTA – Dokter spesialis penyakit dalam dr RA Adaninggar SpPD sedih penambahan kasus Covid-19 Indonesia nomor 1 di dunia pada Rabu (7/7).

Penambahan kasus Covid-19 di tanah air mencetak rekor baru dan menjadi yang tertinggi di dunia kemarin.

Berdasarkan data Worlddometer, Indonesia menjadi penyumbang kasus baru dan tertinggi di dunia pada Rabu (7/7) pukul 12.00 WIB dengan jumlah kasus baru 34.379.

“Ya Allah Indonesia akhirnya benar-benar no 1 di dunia penambahan kasusnya,” kata dr RA Adaninggar, dikutip Pojoksatu.id dari akun Instagram miliknya, @drningz.


BACA: Bagikan Tips Aman Isolasi Mandiri, Ternyata dr RA Adaninggar Pernah Isoman

Ia membagikan tangkapan layar berita berjudul “Hari Ini RI Pimpin Penambahan Kasus Covid-19 di Dunia”.

“Mungkin ini yang dikatakan apa yang kita tabur itu yang kita tuai. Saya gak mau menyalahkan siapa-siapa tapi kenyataannya apa yang terjadi adalah buah dari apa yang tentunya sudah kita lakukan 1 tahun terakhir,” katanya.

“Sekarang tiap hari ada berita orang terdekat terinfeksi, permintaan terapi plasma bertubi-tubi, berita duka menghiasi media sosial circle terdekat, RS penuh, tiap hari jumlah penambahan kasus dan kematian pecah rekor,” sambungnya.

Ia menyoroti larangan membagikan berita menakutkan soal Covid-19 dengan dalih dapat menurunkan imun.

Dokter cantik ini beranggapan kebanyakan berita positif justru membuat orang tidak waspada hingga terjadi ledakan Covid-19.

“Halooo kebanyakan berita positif saja malah bikin semua jadi ga waspada. Lihat aja 1 tahun ini, semua berusaha menutupi fakta,” jelasnya.

“Penyebar berita hoax juga dibiarkan jadinya semua orang ga pernah lihat fakta bahkan sampai detik ini yang jelas-jelas kondisi negara sedang mengkhawatirkan juga masih banyak yang denial,” sambungnya.

Menurutnya, rasa takut atau tidak adalah pilihan setiap orang.
“Rasa takut dibutuhkan untuk membentuk perilaku waspada bukan kelengahan palsu yang berbahaya,” tegasnya.

Ia tak setuju dengan pendapat yang menyebutkan bahwa berita yang menakut-nakuti akan menurunkan imunitas seseorang.

“Imun turun? gak semudah itu keleus. Kalo anda meremehkan imun manusia selemah itu seharusnya anda gak akan jumawa dan bangga dengan badan sehat anda yang katanya gak perlu masker atau vaksin. Konsisten donk!,” katanya.

Dokter Adaninggar juga menanggapi pertanyaan “Kok cuma penambahan kasus aja yang diberitakan? Berita kesembuhan donkk!”.

“Halooo tahu gak kalo angka kesembuhan tinggi itu ya wajar kalo yang sakit juga banyak. Bukan sesuatu prestasi yang harus dibanggakan. Yang bener itu penurunan kasus dengan testing yang cukup sehingga positive rate turun. Itu baru prestasi,” jelasnya.

“Sedih melihat kondisi negara seperti ini. Takut, cemas juga wajar karena virus semakin dekat ke circle kita. Tapi apa mau diam aja? mau menyerah? mau berdamai saja dengan virus ini? Yakin virusnya mau berdamai?,” tambahnya.

Ia mengajak semua pihak untuk tetap semangat menghadapi pandemi Covid-19 yang terus menggila.

“Semoga teman-teman semua masih strong ya. Masih punya semangat dan nyali untuk bangkit dan melawan. Pasrah itu gak sama dengan menyerah. Pasrah kepada Tuhan itu harus disertai usaha untuk terus melawan, hasilnya memang sudah di luar kuasa kita,” tegasnya.

“Yuk bangkit dan lawan pandemi dan infodemi sumber masalah kita. Negara lain bisa loh masa kita gak bisa,” pungkas dr RA Adaninggar. (one/pojoksatu)