Polisi Periksa WN Korea Terkait Penemuan Mayat Wanita Korban Mutilasi di Bogor, Hasilnya..

lokasi penemuan mayat wanita korban mutilasi

POJOKSATU.id, BOGOR- Penyelidikan terhadap penemuan mayat wanita yang ditemukan meninggal tidak wajar di sebuah bengkel di dalam mobil Jalan Kan’an, Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor terus dilakukan Polresta Bogor Kota.

Terbaru, penyelidikan dilakukan dengan memanggil beberapa saksi. Total ada 10 saksi yang dilakukan pemeriksaan oleh Polresta Bogor Kota Bogor. Dari 10 orang yang diperiksa salah satunya adalah berkewarganegaraan Korea Selatan.

Saat ini masih dilakukan pemeriksaan,” ujar Susatyo kepada wartawan, Rabu (07/07/2021).

Meski demikian, semua yang diperiksa tersebut statusnya masih saksi. Polisi menduga korban sudah meninggal selama lima hari terakhir.


“Diduga sudah berada lima hari disini. Posisi korban ditemukan ada dalam kotak dibagian belakang bengkel,” kata Kapolresta.

Meski demikian, dilanjutkan Kapolresta, untuk kepastian lebih lanjut pihaknya masih melakukan penyelidikan sampai saat ini.

“(Nanti) selebihnya hasil penyelidikan kami akan sampaikan setelah selesai melakukan olah TKP,” ucapnya.

Diberitakan sebelumnya, eorang perempuan tanpa identitas ditemukan meninggal tidak wajar di sebuah minibus dalam sebuah bengkel di kawasan Jalan Raden Kan’an, Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Tanah Baru, Kota Bogor pada hari Selasa (06/07/2021) sore tadi.

Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait identitas atau pengumpulan barang bukti baik kendaraan maupun korban.

“Posisi ada di dalam sebuah kotak di bagian belakang. Jadi sampe di bengkel udah sekitar 5 hari. Nanti selebihnnya akan kami sampaikan kalau sudah ada perkembangan,” ujarnya kepada pojokbogor saat berada di lokasi, Selasa (06/07/2021).

Susatyo mengungkapkan bahwa perempuan yang ditemukan meninggal tersebut dalam keadaan lengkap. Hal itu lantaran korban diduga jadi korban mutalis.

“Untuk luka belum nanti hasil otopsi akan kami tentukan sedangkan mutilasi, Kalo mati tidak wajar iya. Tp kalo mutlasi nanti kita liat hasil otopsinya,” pungkasnya.

(adi/pojoksatu)