Truk Terjun ke Jurang 10 Meter, 8 Bocah SD Terpelanting Ke Luar, Satu Bocah Tewas Tertimpa Badan Truk

Kecelakaan truk colt diesel di Desa Tambangan Jae Madina menewaskan satu bocah SD (ikror)

POJOKSATU.id, PANYABUNGAN— Satu unit truk Colt Diesel BB 8053 XR mengalami kecelakaan saat membawa 8 bocah SD dari arah Tambangan Jae menuju Simpang Laru Tambangan, Selasa (6/7) siang.


Bocah-bocah ini menumpang truk colt diesel dengan niat ikut-ikutan saja karena sopir truk mengantar batu bata ke arah Tambangan.

Namun nahas, saat pulang dari Tambangan menuju Simpang Laru Tambangan, tepatnya di perkebunan Jajaran, Desa Tambangan Jae,truk yang dikendarai Ali (20) ini mencoba menghindari tabrakan dengan salah satu sepeda motor di lokasi kejadian.

Sepeda motor ini mengambil jalur terlalu ke kanan saat menikung, lalu dari arah berlawanan muncul truk colt diesel yang tetap berada di jalurnya di sisi kiri.


Demi menghindari tabrakan laga kambing, Ali terpaksa membanting stir ke kanan lalu kemudian truk yang dikendarainya ini terjun ke jurang.

Delapan anak-anak yang ikut di dalam bak truk terpelanting ke luar, lalu satu anak bernama Habibi (12) sempat tertimpa badan truk yang jatuh di kedalaman 10 meter.

Truk ini sempat beberapa kali terguling dan akhirnya berdiri ke posisi semula.

Bocah bernama Habibi ini diduga meninggal di lokasi kejadian dan sempat muntah darah.

Sementara 7 bocah lainnya mengalami luka-luka baik luka parah maupun luka ringan.

Pengendara sopir truk mengalami luka parah berupa patah tulang kaki.

Kedelapan bocah ini merupakan warga Laru Pasar, Kecamatan Tambangan, Kabupaten Mandailing Natal, Sumut. Begitu juga dengan supir truk, merupakan warga Laru Pasar.

Sementara Kanit Lantas Polsek Kotanopan Aiptu Jafar Lubis mengatakan, kecelakaan ini disebabkan salah satu pengendara sepeda motor yang belum diketahui identitasnya, mengambil jalur terlalu ke kanan.

“Pengendara sepeda motor ini belum kami ketahui identitasnya, masih kami cari. Kata supir truk si Ali, pengendara ini memakai helm. Pria paruh baya,” jelasnya.

“Dia pun tidak kenal dengan wajah pengendara itu,” jelasnya lagi.

Disebutkan Kanit Lantas, sesudah kecelakaan, pengedara sepeda motor ini langsung melarikan diri.

Saat ini menurut Kanit Lantas, sudah ada upaya damai antara keluarga korban meninggal dengan pengendara truk.

Hal ini sesuai kesepakatan para tetua desa Pasar Laru. Dimana keluarga korban dengan keluarga supir truk masih terikat hubungan famili.

“Namun kepastian upaya damai ini tergantung pada keputusan Kasat Lantas (Polres Madina), Pak Kasat sedang dalam perjalanan menuju kemari,” katanya.(ral/pojoksatu)