Lampu PLN Mati Lebih 11 Jam di Tambangan Madina, Begini Tanggapan Pejabat PLN Sumut

Listrik PLN (ist)

POJOKSATU.id, PANYABUNGAN— PLN Wilayah Sumut menjelaskan terkait padamnya listrik beberapa kali hingga lebih 11 jam di Tambangan, Tambangan, Mandailing Natal (Madina), Sumut.


Manajer Humas PLN Wilayah Sumut Yasmir menyebutkan, terkait padamnya listrik PLN di wilayah Tambangan hingga 11 jam, berdasarkan konfirmasi mereka ke PLN Unit Kotanopan, memang pada saat itu ada dua gangguan secara bersamaan.

Dan kebetulan proses recovery gangguan yang mengarah ke lokasi Tambangan agak sulit mendeteksinya.

Gangguannya sendiri ada kabel TM putus di sambungan kontruksi C5.


Baca Juga :

Di Sumatera Mati Lampu PLN 11 Jam Hal Biasa, Warga Tak Protes, Beda dengan Pulau Jawa

“Jadi ketika dilakukan inspeksi dan gangguan dianggap sudah nihil, ternyata ada sebagian pelanggan yang menyala redup dan bahkan listriknya belum menyala,” jelas Yasmir melalui jawaban tertulis via WA, Senin (5/7).

“Kejadian ini agak sulit memang dideteksi, karena kabel pada sambungan C5 ini kalau putus dia tidak lepas dan jatuh ke tanah. Tapi dia akan tetap berada di atas tiang,” katanya.

Manajer Humas PLN Wilayah Sumut ini kembali menjelaskan, untuk kejadian ini sudah mereka sampaikan ke PLN Unit Kotanopan.

“Nanti kedepannya agar lebih cermat dan teliti dalam melakukan inspeksi ketika gangguan terjadi,” katanya.

Sementara terkait kejadian berulang matinya listrik PLN di wilayah Tambangan atau seberang Tambangan, menurut Manajer Humas PLN Sumut ini, disebabkan banyaknya pohon-pohon warga yang berada di sekitar jaringan listrik PLN.

Berdasarkan informasi dari PLN Rayon Kotanopan kepada PLN Sumut, daerah Tambangan ini disuplly oleh Penyulang YB 03.

Untuk lokasi masuk ke Tambangan ini banyak pohon-pohon yang sebagian warga belum mau pohon mereka ditebang yang mendekati Jaringan listrik.

“Nah, saat ini petugas unit sudah mencoba untuk melakukan pendekatan kepada warga yang punya tanaman/pohon agar bersedia ditebang pohonnya,” katanya lagi.

“Penyebab padam berulang, lebih dominan disebabkan sentuhan pohon di sekitar penyulang YB 03. Untuk padamnya sendiri di YB03 itu di CO Lateral, sehingga padamnya sebagian saja yaitu di sekitar lokasi gangguan,” katanya lagi.

Berita sebelumnya, Di Kecamatan Tambangan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumut, mati lampu PLN selama 11 jam adalah hal biasa. Warga tak protes seperti halnya di Pulau Jawa.

Seperti halnya hari ini Minggu (4/7), lampu listrik PLN padam mulai jam 07.00 WIB di beberapa lokasi di Tambangan Tonga, Tambangan Pasoman, Rao-rao Dolok, Rao-rao Lombang, hingga Panjaringan.

Sementara beberapa rumah lagi baru padam sejak pukul 09.45 WIB. Sehingga seluruh rumah di beberapa desa ini mengalami padam listrik sejak pukul 09.45 WIB.

Hingga pukul 18.00 WIB atau selama 11 jam, warga tak bisa melaksanakan aktivitasnya secara normal, memasak nasi atau memasak air minum atau menggunakan alat elektronik.

“Mati lampu ini kadang seperti minum obat, bisa tiga kali sehari. Kalau mati total puluhan jam juga sering,” kata Samsuddin (38) warga Desa Tambangan Tonga, Minggu (4/7).

Sekitar seminggu lalu atau Sabtu (26/6) kejadian yang sama juga terjadi. Selama lebih 12 jam, mati lampu di Kecamatan Tambangan, khususnya di wilayah seberang Tambangan.

Listrik padam mulai Jumat (25/6) sekitar pukul 23.00 WIB hingga Sabtu (26/6) sekitar pukul 12.00 WIB.

Karena seringnya listrik PLN padam setiap hari, warga pun sudah pasrah dan seolah tak mempermasalahkan ini lagi.

“Bagaimana lagi, kejadian mati lampu sudah tahunan, sudah puluhan tahun. Kami warga biasa hanya bisa pasrah saja kalau listrik mati. Sudah masa bodoh,” jelas Rizki (30) warga Tambangan Tonga lainnya. (ral/pojoksatu)