Di Sumatera Mati Lampu PLN 11 Jam Hal Biasa, Warga Tak Protes, Beda dengan Pulau Jawa

Listrik PLN (ist)

POJOKSATU.id, PANYABUNGAN— Di Kecamatan Tambangan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumut, mati lampu PLN selama 11 jam adalah hal biasa. Warga tak protes seperti hal di Pulau Jawa.


Seperti halnya hari ini Minggu (4/7), lampu listrik PLN padam mulai jam 07.00 WIB di beberapa lokasi di Tambangan Tonga, Tambangan Pasoman, Rao-rao Dolok, Rao-rao Lombang, hingga Panjaringan.

Sementara beberapa rumah lagi baru padam sejak pukul 09.45 WIB. Sehingga seluruh rumah di beberapa desa ini mengalami padam listrik sejak pukul 09.45 WIB.

Hingga pukul 18.00 WIB atau selama 11 jam, warga tak bisa melaksanakan aktivitasnya secara normal, memasak nasi atau memasak air minum atau menggunakan alat elektronik.


“Mati lampu ini kadang seperti minum obat, bisa tiga kali sehari. Kalau mati total puluhan jam juga sering,” kata Samsuddin (38) warga Desa Tambangan Tonga, Minggu (4/7).

Sekitar seminggu lalu atau Sabtu (26/6) kejadian yang sama juga terjadi. Selama lebih 12 jam, mati lampu di Kecamatan Tambangan, khususnya di wilayah seberang Tambangan.

Listrik padam mulai Jumat (25/6) sekitar pukul 23.00 WIB hingga Sabtu (26/6) sekitar pukul 12.00 WIB.

Karena seringnya listrik PLN padam setiap hari, warga pun sudah pasrah dan seolah tak mempermasalahkan ini lagi.

“Bagaimana lagi, kejadian mati lampu sudah tahunan, sudah puluhan tahun. Kami warga biasa hanya bisa pasrah saja kalau listrik mati. Sudah masa bodoh,” jelas Rizki (30) warga Tambangan Tonga lainnya.

Sementara itu, Kepala PLN Rayon Kotanopan Ikbal Rangkuti menyebut, mengetahui listrik padam di wilayah Tambangan sekitar pukul 09.41 WIB.

Meski sudah tahu listrik padam, Ikbal mengaku tak bisa langsung memerintahkan petugasnya ke lokasi disebabkan di daerah lain juga ada jaringan listrik PLN yang mengalami gangguan.

“Ada kerusakan ekstrim di daerah Simpang Tolang, petugas kita lebih dulu ke sana. Saya tahu listrik padam dari jam 09.41 WIB,” jelas Ikbal Rangkuti.

Menurutnya, kerusakan listrik di wilayah Tambangan disebabkan ada burung yang menabrak jaringan listrik PLN di sekitar Simpang Laru arah Tambangan.

“Petugas kita sudah di sana Pak. Lima menit lagi hidup lampu,” kata Kepala PLN Rayon Kotanopan ini saat dihubungi sekitar pukul 18.00 WIB.

Sementara terkait listrik padam pada Sabtu (26/6) selama lebih 12 jam, menurut Ikbal, karena ada pohon lapuk yang tumbang dan menyambar jaringan PLN di daerah Panjaringan.

“Sekalian kita bersihkan juga pohon-pohon yang mengancam di sana Pak,” katanya.(ral/pojoksatu)