Bagikan Tips Aman Isolasi Mandiri, Ternyata dr RA Adaninggar Pernah Isoman

Dr RA Adaninggar SpPD. Foto Instagram/@drningz

POJOKSATU.id, JAKARTA – Dokter spesialis penyakit dalam dr RA Adaninggar SpPD membagikan tips aman isolasi mandiri di rumah.

Rupanya, dr RA Adaninggar sendiri pernah melakukan isolasi mandiri (isoman) karena Covid-19.

Menurut dr RA Adaninggar, dengan semakin banyaknya pasien Covid yang tidak bisa mendapatkan perawatan di rumah sakit, isolasi mandiri sangat marak dilakukan.

“Namun harus dipahami bahwa isolasi mandiri itu bukan liburan, jadi Anda harus selalu memonitor kondisi pasien covid terutama dalam 1-2 minggu pertama,” kata dr Adaninggar, dikutip Pojoksatu.id dari akun Instagram miliknya, @drningz, Minggu (4/7).


BACA: Tips Isolasi Mandiri di Rumah, Wajib Punya 3 Alat Ini

Dokter cantik ini mengatakan, monitor kondisi badan dapat dilakukan secara mandiri maupun dibantu anggota keluarga lain bila tidak memungkinkan.

Kendati demikian, dia mengingatkan agar disiplin menjaga protokol kesehatan seperti memakai masker dan menjaga jarak saat merawat pasien covid-19.

“Selalu terapkan protokol kesehatan dan lakukan isolasi mandiri dengan benar supaya tidak menulari anggota keluarga yang lain,” katanya.

Ia menjelaskan, perjalanan penyakit Covid kadang tidak bisa diprediksi, awalnya bergejala ringan, namun dalam perjalanan bisa mengalami perburukan.

“Itulah pentingnya monitor kondisi dan harus di bawah pengawasan dokter sejak awal sakit,” bebernya.

Ia menyarankan agar memeriksakan diri ke dokter puskesmas setempat atau gunakan fasilitas telemedicine.

Tiga Alat Monitor Saat Isolasi Mandiri

Dokter Adaninggar juga menunjukkan beberapa alat monitoring kondisi tubuh yang bisa dipakai secara mandiri di rumah, terutama saat isolasi mandiri.

Tiga alat tersebut yakni oxymeter, thermometer, dan tensimeter.

Oximeter digunakan untuk mengukur persentase saturasi oksigen (SpO2).

Thermometer berfungsi untuk mengukur suhu atau temperatur, serta perubahan suhu badan.

Sedangkan tensimeter merupakan alat yang digunakan untuk mengukur tekanan darah.

“Ini adalah alat-alat untuk mengukur tanda vital. Apa saja tanda vital itu? Tanda vital itu adalah rasio oksigen, suhu tubuh dan tekanan darah,” sambung dr RA Adaninggar.

Ia menjelaskan, penurunan saturasi oksigen merupakan salah satu penanda awal terjadi perburukan akibat Covid-19.

Dokter RA Adaninggar mengatakan, sejak awal sakit, penderita Covid-19 harus makan makanan bergizi, sayur, buah, tinggi protein.

Selain itu, harus tidur yang cukup dan mengkonsumsi obat flu, vitamin atau obat lain sesuai anjuran dokter.

Ia juga menyarankan agar penderita Covid selalu melakukan latihan pernapasan, berjemur dan monitor kondisi tubuh di bawah pengawasan dokter.

Soal persediaan oksigen yang sudah menipis, dr RA Adaninggar menyarankan agar mencari informasi di daerah terdekat yang biasa menyewakan.

“Apabila ada biaya, bisa menggunakan tabung oksigen modern yang tidak perlu isi ulang karena bisa mengambil konsentrat oksigen dari lingkungan yaitu alat Oxygen Concentrator,” katanya.

“Kebetulan saya memiliki alatnya karena dulu juga saya pernah isoman,” sambunya.

Alat tersebut, kata dia, sudah memiliki izin edar alat kesehatan (alkes) dari Kemenkes dan sering diekspor juga.

“Semoga siapapun yang sekarang sedang isoman dan berjuang untuk sembuh dari Covid, segera diberikan kesembuhan,” pungkas dr RA Adaninggar. (one/pojoksatu).