63 Pasien Meninggal Dalam Sehari, Dirut RSUP Dr Sardjito Akui Stok Oksigen Menipis

Direktur Utama RSUP dr Sardjito, Rukmono Siswishanto

POJOKSATU.id, JAKARTA – Sebanyak 63 pasien meninggal di RSUP dr Sardjito dalam sehari. Penyebab banyaknya pasien meninggal dudiga karena perseidaan oksigen di rumah sakit tersebut menipis.


Direktur Utama RSUP dr Sardjito, Rukmono Siswishanto mengakui stok oksigen cair di rumah sakitnya menipis.

Namun dia memastikan oksigen tidak habis sepenuhnya. Oksigen tetap bisa dialirkan meski volume yang kecil.

Dia memastikan pasokan dari supplier dalam perjalanan. Sambil menunggu, pihaknya mengaktifkan oksigen cadangan. Berupa penggunaan oksigen tabung yang tersedia di RSUP dr Sardjito.


“Jadi masih ada back up tabung yang dimasukkan gas itu, jadi ora masalah (Tidak Masalah). Pasokan sudah dalam perjalanan, mungkin tiba tengah malam nanti,” jelasnya dihubungi melalui sambungan telepon, Sabtu (3/7).

BACA: Gawat! Sehari 63 Pasien Covid-19 Meninggal Karena Oksigen Habis di RSUP Dr Sardjito

Rukmono menuturkan kiriman oksigen cair berasal dari supplier yang sama. Hanya saja stok pengiriman dari Kendal dan Gresik. Keduanya masih dalam perjalanan menuju Jogjakarta.

Rukmono memahami kondisi ketersediaan oksigen cair. Terlebih lonjakan kasus Covid-19 terjadi merata di seluruh Indonesia. Sehingga permintaan oksigen cair juga melonjak tajam dari semua wilayah.

Pihaknya telah berkoordinasi dengan Satgas Oksigen Pemprov DIJ. Guna memastikan ketersediaan pasokan oksigen cair tetap aman. Khususnya bagi pasien dengan kondisi Covid-19 bergejala berat di RSUP dr Sardjito.

“Pasokanya tidak habis tapi memang tipis, ora turah-turah karena dibagi seluruh Jawa. Kondisi sudah beberapa hari ini seperti itu. Masalah nasional saya kira. Memang menurun tapi ora terus habis tidak. Tetap ada,” katanya.

Bantah Pasien Meninggal Karena Oksigen Habis

Dikonfirmasi tentang 63 pasien meninggal dunia akibat kekurangan oksigen, Rukmono menampik.

Dia memastikan meninggalnya pasien Covid-19 bukan sepenuhnya kekurangan oksigen. Pasien, lanjutnya, memiliki riwayat penyakit penyerta atau komorbid.

“Enggak, meninggal bukan karena oksigennya tapi karena kasus berat. Dan memang kami fokuskan di Sardjito kasus yang berat. Tingkat kematiannya memang tinggi,” ujarnya.

Berdasarkan data keseluruhan, bed occupancy rate (BOR) di RSUP dr. Sardjito telah terpakai 69,29 persen.

Detilnya BOR ruang isolasi Covid-19 terpakai 84,88 persen, BOR ruang ICU Covid-19 terpakai 88,89 persen. Sehingga BOR khusus penanganan Covid-19 telah terisi 84,44 persen.

“Ini laporan per 3 Juli 2021. Untuk jumlah pasien Covid-19 yang rawat inap 277 pasien. Untuk jumlah tempat tidur pasien Covid-19 ada 328 unit,” katanya. (dwi/sky/radarjogja)