Rachmawati Soekarnoputri Meninggal di RSPAD, Ini Jejaknya Semasa Hidup

Rachmawati Soekarnoputri

POJOKSATU.id, JAKARTA – Putri Bung Karno, Rachmawati Soekarnoputri meninggal dunia pada Sabtu pagi (3/7) pukul 06.15 WIB.


Rachmawati menghembuskan nafas terakhir dalam perawatan di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat.

Semasa hidupnya, Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra itu sering kerap melontarkan kritik pedas kepada pemerintah.

Tokoh perempuan berusia 70 tahun itu juga sering berbeda pendapat dengan kakakknya, Megawati Soekarnoputri.


Bahkan tak jarang Rachmawati mengkritik Megawati yang juga Ketua Umum PDI Perjuangan itu.

BACA: Keluarga Bung Karno Berduka, Rachmawati Soekarnoputri Meninggal Dunia

Pada 2019 lalu, Rachmawati menyebut Megawati Soekarnoputri membuka peluang penyebaran komunisme semakin subur di Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Rachmawati lantaran melihat Megawati menjadi bagian dari pemerintah yang mengajarkan rakyat untuk berbuat tidak adil.

Rachmawati memahami apabila Megawati enggan kehilangan posisi sebagai penguasa.

Namun menurutnya Megawati justru mempertahankan kekuasaannya dengan bertindak secara curang.

Anggota Wantimpres Presiden SBY

Rachmawati lahir di Jakarta pada 27 September 1950. Anak ketiga dari pasangan Soekarno dan Fatmawati ini dikenal sebagai tokoh yang kukuh memperjuangan hak konstitusional rakyat Indonesia.

Salah satu kepedulian Rachma adalah pada dunia pendidikan. Pada tahun 1981 ia mendirikan Yayasan Pendidikan Soekarno (YPS) dan di tahun 1983 mendirikan Universitas Bung Karno (UBK).

Namun di era Orde Baru itu, UBK dilarang beroperasi. Dan baru berdiri kembali di tahun 1999 di era Presiden BJ Habibie.

Pada periode 2007-2009 Rachmawati dipercaya oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjadi anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres).

Pada tahun 2016 Rachmawati mendapatkan gelar Doctor Honoris Causa dari Republik Rakyat Demokratik Korea atau Korea Utara. (one/pojoksatu)