Ridwan Kamil Bakal Berlakukan Kebijakan Lockdown di Jabar, Siap-siap Aja yaa..

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat  melepas Tim Jelajah Metropolitan Rebana II di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Senin (28/6/2021). (Foto: Biro Adpim Jabar)
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat  melepas Tim Jelajah Metropolitan Rebana II di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Senin (28/6/2021). (Foto: Biro Adpim Jabar)

POJOKSATU.id, BANDUNG- Gubenur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil mengatakan, akan memberlakukan kebijakan lockdown di Jabar level RT dan RW yang masuk zona merah Covid-19.

“Tadi sudah rapat sama pak Luhut. Apakah Jawa barat mau lockdown, jawabannya iya. Tapi di tingkat RT dan RW,” ujarnya saat konferensi pers melalui virtual, Rabu (30/6/2021).

Lebih lanjut, pria akrab dipanggil Kang Emil itu menyebutkan, ada 700 RT dan RW di Jabar rencananya akan diberlakukan lockdown sementara untuk memutus penularan Covid-19.

“Kita sudah total ada 7 ratusan RT di Jawa barat yang sedamgbkita analisa apakah efektif menahan penularan Covid-19,” bebernya.


Gubenur berlatar belakang Politisi Partai Nasdem itu juga menjelaskan, alasan dirinya tidak memberlakukan kebijakan lockdown tingkat Provinsi dan Kabupaten.

“Belum dilevel kabupaten Ndan provinsi, kenapa? karena Lockdown level provinsi itu harus menunggu perintah pusat. Kalau km lockdown, kalau sejumlah provinsi tidak lockdown sama juga bohong,” kata Emil.

Karena itu, tambah Emil, untuk mengatasi penularan virus asal kota Wuhan di tingkat provinsi akan diberlakukan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro Darurat.

Namun, untuk pemberlakuan PPKM Mikro Darurat ini, provinsi Jabar masih menunggu instruksi dari pemerintah pusat perihal dengan protokolnya.

Ia mengatakan, akan mengumumkan besok hari, Kamis 1 Juli 2021 informasi detialnya terkait dengan PPKM Mikro Darurat.

“Saya belum sampaikan karena kami belum mendapatkan petunjuk protokolnya nanti sore atau malam, besoknya saya langsung sosialisasikan kepada sekitar 11 kabupaten yang zona merah,” ucapnya.

Selain itu, Emil juga khawatir karena beberapa pekan terakhir ini daerah zona merah di Jabar terus bertambah.

“Ini juga sangat menghawatirkan karena meningkat tadinya hanya dua sekarang meningkat ke 11 kabupaten dan kami akan merapatkan detail isi panduan PPKM darurat itu kepada walikota dan bupati Kabupaten untuk memutus penularan Covid-19,” tuturnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Pemerintah dikabarkan akan memberlakukan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Darurat lantaran kasus Covid-19 semakin melonjak.

Rencana kebijakan ini dibahas dalam rapat terbatas istana yang dipimpin Presiden Joko Widodo atau Jokowi pada Selasa, 29 Juni 2021.

PPKM Darurat akan berlaku di zona merah, salah satunya di Provinsi DKI Jakarta. Kebijakan ini rencananya akan diterapkan selama dua pekan ke depan.

Dengan kebijakan ini, mulai restoran dan mal akan ditutup penuh. Begitu pula dengan perkantoran, berlaku work from home (WFH) 100 persen.

(muf/pojoksatu)