5 Obat Covid Ini Jangan Dipakai Sembarangan, Ini Pesan dr Andi Khomeini Takdir

dr Andi Khomeini Takdir SpOg

POJOKSATU.id, JAKARTA – Penggagas platform Vaksin untuk Kita (VUK), dr Andi Khomeini Takdir, SpPD memberikan penjelasan terkait 5 obat Covid yang beredar di media sosial.

Lima obat itu disebut bisa digunakan oleh pasien Covid yang melakukan isolasi mandiri (isoman) di rumah.

Lima obat Covid tersebut yakni azitromycin atau zitrothromax (antibiotik), favipiravir (anti virus), fluimucil (anti batuk), dexamethasone (anti radang), dan paracetamol (penurun panas).

Dokter penyakit dalam ini mengatakan, sekitar 3 atau 4 hari yang lalu dia mulai menerima banyak pesan dan sekaligus pertanyaan terkait 5 obat Covid-19.


“Ada obat-obat tertentu yang listnya itu beredar, katanya itu bisa dipakai untuk pengobatan mandiri di rumah untuk mengobati Covid,” ucap dr Andi Khomeini Takdir dalam video yang diposting di akun Twitter miliknya, @dr_koko28, Sabtu (26/6).

Dari lima obat tersebut, kata dia, hanya paracetamol yang dijual secara bebas.

“Satu-satunya obat yang bisa diperjualbelikan bebas dari kelima nama obat yang ada dalam daftar tersebut hanya paracetamol. Selebihnya itu harus dipantau penggunaannya oleh dokter,” ujarnya.

Empat obat lainnya tidak boleh digunakan sembarangan tanpa pemantauan dari dokter.

“Sebagai contoh dexamethasone. Dexamethasone kalau digunakan sembarangan itu malah bisa mengganggu imunitas kita,” jelas dr Andi Khomeini Takdir.

“Kemudian favipiravir, itu juga harus hati-hati sekali, terutama bagi mereka yang hamil dan menyusui,” sambungnya.

Andi Khomeini mengatakan, mungkin saja orang yang menyebarkan informasi bermaksud baik hingga bikin tabel, termasuk dosis dan jangka waktu penggunaannya.

“Tapi setiap pasien itu sebenarnya punya karakteristik yang berbeda dan tidak bisa disamakan,” katanya.

“Jadi, dokter kemudian tim medis, juga paramedik, teman-teman tenaga kesehatan semua itu akan menggunakan obat-obat ini sekaligus memantau efeknya apa yang terjadi pada pasiennya,” katanya.

Jangan Lakukan Self Terapi

Dokter Andi Khomeini mengingatkan masyarakat agar tidak berkreasi sendiri dan melakukan pengobatan sendiri tanpa pemantauan dari dokter.

“Orang minum Dexa yang secara sembarangan dosisnya itu bisa merusak ginjalnya malah,” sebutnya.

Ia meminta agar masyarakat tidak sembarangan menggunakan obat tersebut.

Dokter penyakit dalam ini menyarankan masyarakat untuk mengkonsultasikan hal tersebut kepada mereka yang memiliki pengetahuan atas obat-obatan tersebut.

“Terutama penyakitnya dulu, harus didiagnosis dulu,” tegas dr Andi Khomeini.

“Mohon yang isoman di rumah untuk tetap berkoordinasi dengan dokter/klinik/RS/PKM terdekat. Jangan lakukan self-diagnosis, self-terapi, dan self-claim bahwa sudah sembuh dari Covid,” pungkas dr Andi Khomeini. (one/pojoksatu)