Muannas Alaidid Minta HRS Legowo, Sudah Dua Kali di Penjara Harusnya Vonisnya 10 Tahun

Muannas Alaidid

POJOKSATU.id, JAKARTA- Ketum Cyber Indonesia, Muannas Alaidid menyarankan agar terdakwa Habib Rizieq Shibab legowo dengan vonis empat tahun terkait kasus tes swab di RS Ummi Bogor, Jawa Barat.


Menurut Muannas, putusan hakim itu harusnya lebih tinggi dari tuntutan jaksa sebelumnya, pasalnya Habib Rizieq sudah 2 kali di penjara.

“Sudah 2 kali MRS di penjara artinya dia mengulangi perbuatannya kembali, maka perlu efek jera apalagi ancaman menyebarkan berita bohong itu maksimal 10 tahun, ini kan hanya divonis 4 tahun tidak ada setengahnya,” kata Muannas saat dihubungi Pojoksatu.id, Jumat (25/6/2021).

Pertimbangan lain yang dapat dijadikan alasan pemberatan vonis HRS, kata pria yang juga berprofesi sebagai pengacara ini, yakni kejahatan yang dilakukan terdakwa di tengah bencana wabah. Hal tersebut, tidak mencerminkan sebagai tokoh agama yang dinilai punya banyak pengikut karena berbohong mengaku-ngaku sehat.


“Ini berbahaya tidak hanya untuk dirinya tapi orang lain, sementara masyarakat dan pemerintah berjuang habis-habisan dan mengeluarkan biaya trilyunan dalam penanganan covid,” tutur Muannas.

“Yang dapat dijadikan alasan pemberatan mestinya hakim vonis lebih tinggi dari tuntutan jaksa, karena,” ujarnya lagi

Sebelumnya, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur memvonis eks pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab dengan pidana penjara 4 tahun terkait tes swab.

Rizieq dinyatakan bersalah karena HRS terbukti melakukan tindak pidana dan turut serta menyebarkan berita bohong perihal tes swab di RS Ummi Bogor.

“Menyatakan terdakwa Rizieq Shihab telah terbukti secara sah dan meyakinkan, bersalah melakukan tindak pidana turut serta melakukan perbuatan dengan menyiarkan pemberitahuan bohong dengan sengaja menerbitkan keonaran di kalangan rakyat sebagaimana dalam dakwaan alternatif primer penuntut umum,” ujar hakim Khadwanto

“Menjatuhkan pidana kepada terdakwa dengan pidana penjara selama empat tahun,” demikian vonis yang dibacakan

(Fir/Pojoksatu)