Ada Gerakan dari Istana Terkait Presiden 3 Periode? Ini Informasi dari Petinggi Gerindra

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad. Foto: Hendrik/PojokSatu.id

Tolak Presiden 3 Periode

Sementara, terkait sikap politik, Partai Gerindra tetap mendukung jabatan presiden 2 periode sebagaimana tercantum dalam kontitusi.

“Soal wacana presiden tiga periode kita sudah sampaikan bahwa sampai saat ini kita masih berpatokan dengan UUD kita bahwa presiden itu menjabat hanya maksimal dua periode,” ungkapnya.

Menurutnya, hingga saat ini masih belum ada situasi genting sampai harus mengubah UUD 1945 demi perpanjangan masa jabatan kepala negara.

“Wacana-wacana yang ada itu tentunya harus melalui beberapa tahapan-tahapan terutama amandemen UUD kalau memang diperlukan,” jelasnya.


Sebaliknya, hal terpenting saat ini tidak lain adalah penanganan pandemi Covid-19 yang kini angkanya mengalami lonjakan tajam.

“Pada saat ini yang perlu adalah menekan laju Covid-19, bukan amandemen UUD,” tandas Wakil Ketua DPR RI ini.

Untuk diketahui, gagasan presiden 3 periode ini kali pertama dilontarkan M Qodari yang memasangkan duet Jokowi-Prabowo untuk Pilpres 2024 mendatang.

Gagasan itu kemudian dilanjutkan dengan melahirkan komunitas Jokowi-Prabowo atau Jokpro 2024.

Alasan yang dikemukakan penasihat Jokpro 2024 itu adalah, duet Jokowi-Prabowo untuk menghilangkan polarisasi akibat Pilpres 2014 dan 2019 lalu.