Cinta Sejenis Berujung Maut, Rian Dibunuh Lalu Jasadnya Dibakar Hingga Sulit Dikenali, Begini Pengakuan Pelaku

tersangka pembakar jasad Rian di Maros/inews

POJOKSATU.id, SULSEL- Teka-teki kasus pembunuhan berencana akhirnya di ungkap Polda Sulsel. Pelaku berjumlah delapan orang, yang tega membakar jasad Rian di wilayah Mallawa, Kabupaten Bone.

Kedelapan tersangka ditangkap di tempat berbeda. Mereka yakni, MA alias A (21) yang merupakan pelaku utama pembunuhan, DAS (19), FS (16), seorang perempuan H (23), AP(19), TH (22), AI (17), MAN (16), dan Dion yang masuk DPO.

Irjen Pol Merdisyam mengatakan, korban Rian dibunuh dan jenazahnya dibakar lalu dibuang di tepi jalan oleh para tersangka.

Pelaku yakni MA sakit hati terhadap korban karena merasa cemburu.


“Dilakukan atas dasar sakit hati pelaku berinisial MA alias A 21 tahun yang merupakan pelaku utama dalam kasus pembunuhan sadis ini,”aku pelaku melalui Merdysam di Mapolda Sulsel, Kamis (17/6/2021).

Merdisyam menjelaskan, kasus pembunuhan terjadi terkait cinta sesama jenis yang berujung cemburu dan sakit hati sehingga pelaku MA menghabisi nyawa Rian dan jenazahnya dibakar lalu dibuang di tepi jalan poros di Kecamatan Mallawa, Kabupaten Maros.

“Pelaku cemburu setelah mendapati chatingan di WhatsApp dan Facebook korban, sehingga pelaku bersama rekannya menganiayanya korban,” ujar Merdisyam dikutip jejaring inews.

Untuk menghilangkan jejak, pelaku bersama rekannya membawa jenazah Rian ke Kabupaten Maros.

Jasad Rian ditemukan warga pada Jumat, 11 Juni 2021 di bahu jalan Bukit Tompo Ladang, Desa Padaelo, Kecamatan Mallawa, Kabupaten Maros, dengan kondisi hangus terbakar.

Belakangan polisi mengungkap kasus tersebut di mana Rian dibunuh terlebih dulu, lalu mayatnya dibuang dan dibakar untuk menghilangkan jejak.

Sebelumnya polisi mengungkap identitas mayat yang ditemukan dalam kondisi terbakar di kawasan Mallawa, Kabupaten Maros.

Korban merupakan warga Somba Opu, Kabupaten Gowa bernama Rian.

Jasad Rian ditemukan dalam kondisi terbakar di kawasan Tompo Ladang, Desa Padaelo, Kecamatan Mallawa pada Jumat (11/6/2021) dini hari, pukul 04.30 WITA.

Saat olah TKP, polisi sulit mengidentifikasi korban. Karena selain tidak mengantongi identitas, jasad RN mengalami luka bakar 100 persen dan sulit dikenali.

(dhe/pojoksatu)