Soal Narkoba yang Diamankan Polri Selama Ini, Politisi PKS Pertanyaan Hasil Barang Bukti, Dikemanakan?

Penampakan 1,129 Ton Sabu yang Diungkap Polda Metro, Ternyata Barasal dari Timur Tengah

POJOKSATU.id, JAKARTA- Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Habib Aboe Bakar Alhabsyi mempertanyakan hasil tangkapan barang bukti narkoba yang dilakukan Polri.


Pasalnya, jumlah penangkapan narkoba dalam satu terakhir ini cukup besar.

“Masyarakat bertanya-tanya kemana barang bukti tangkapan narkoba karena setiap penangkapan disampaikan selalu jumlah besar,” ujarnya kepada wartawan di Jakarta, Rabu (16/6/2021).

Kendati demikian, anggota Komisi III DPR RI itu mendukung Polri dalam menangkap dan mengungkapkan pelaku barang haram itu.


Akan tetapi, lembaga korps Bhayangkara itu harus transparan dan terbuka dalam memusnahkan narkoba.

“Orang curiga barang bukti narkoba muter-muter saja di sana atau diputar kembali. Orang bertanya itu karena tangkapan selalu dalam jumlah besar, ke mana barang bukti itu,” ucap Aboebakar.

Menurut anak buah Ahmad Syaikhu itu persoalan narkoba adalah masalah besar yang dihadapi bangsa Indonesia.

Sehingga dibutuhkan konsolidasi antara Polri dan Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk mengatasi permasalahan tersebut.

“Ini menyangkut nasib anak bangsa Indonesia, Kapolri perlu sedikit keras lagi terkait masalah narkoba,” pungkas Aboebakar.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo mengatakan institusinya telah mengungkap 19.229 kasus penyalahgunaan narkoba selama tahun 2021 dengan mengamankan sebanyak 24.878 tersangka.

“Selama tahun 2021, Polri telah mengungkap sebanyak 19.229 kasus narkoba dengan mengamankan 24.878 tersangka,” kata Kapolri Listyo Sigit dalam Rapat Kerja (Raker) Komisi III DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu.

Dia mengatakan, pengungkapan kasus tersebut diperoleh barang bukti shabu seberat 7.696 kilogram, ganja 2.100 kilogram, heroin 7,3 kilogram, tembakau gorilla 34,3 kilogram, dan ekstasi 239.277 butir.

Menurut dia, dari pengungkapan kasus tersebut apabila dikonversikan barang bukti yang diamankan tersebut bernilai Rp11,66 triliun.

(muf/pojoksatu)