Fahri Hamzah: Demi Kepastian Hukum, Saya Harus Rela Jadi Tersangka KPK Jika Itu Hasil…

Bobby Nasution dan Wakil Ketua Umum Partai Gelora Fahri Hamzah

POJOKSATU.id, JAKARTA— Politisi Partai Gelora Fahri Hamzah mengatakan demi kepastian hukum, dia harus rela jadi tersangka @KPK_RI jika itu hasil sebuah penemuan bukti awal yang valid.


Fahri Hamzah melalui akun Twitter resminya @fahrihamzah, Rabu (16/6) mengatakan, demi kepastian hukum, dia rela jadi tersangka KPK jika itu hasil sebuah penemuan bukti awal yang valid.

Status Fahri Hamzah ini diduga terkait mencuatnya nama Fahri dan Azis Syamsuddin dalam persidangan terkait kasus korupsi ekspor benih lobster yang menjerat Edhy Prabowo.

“Demi kepastian hukum, Saya bukan saja harus mau tapi harus rela jadi tersangka @KPK_RI jika itu hasil sebuah penemuan bukti awal yang valid,” katanya, Rabu (16/6) .


Baca Juga :

Nama Azis Syamsuddin dan Fahri Hamzah Turut Terseret Perkara Korupsi yang Ditangani KPK

“Gak usah takut, saya gak akan lari. Ini tanah tumpah darah saya. Asalkan saya diberi hak membela diri secara terbuka di depan mahkamah,” kata Fahri lagi dalam cuitannya.

Menurut Fahri, kita sebagai bangsa harus menciptakan suasana kejiwaan kepada kawan-kawan di KPK.

Bahwa memberantas korupsi bukanlah pekerjaan seram dan luar biasa.

“Hukum harus menjamah jiwa manusia secara lembut karena ia milik Tuhan yang maha lembut. Penegakan hukum bukan perang,” katanya.

“Ah, Saya sudah terlalu banyak bicara soal @KPK_RI sampai UU sudah berubah,” katanya lagi.

Dengan segala hormat, kepada kawan-kawan yang menjadikan KPK sebagai alat perjuangan, Fahri Hamzah mohon maaf, dan menurutnya itu salah arah.

“KPK itu lembaga negara bukan LSM. KPK sama dengan lembaga negara lain. #MajuTerusKPK,” katanya.

Dalam rangkain cuitan itu, Fahri menyebut, perjuangan dia yang paling berat selama ini adalah melawan jiwa muda yang frustrasi .

Dan meyakini bahwa di negeri ini semua sudah rusak dan sisanya hanya ada di @KPK_RI dan sisanya hanya 75 orang baik itu, kini habis sudah.

“Dunia sebentar lagi kiamat. Dari mana semua ini?” katanya lagi.

Sebelumnya, KPK membuka peluang menetapkan tersangka baru dalam perkara korupsi ekspor benih benih lobster (BBL) di KKP. Dua nama muncul di persidangan pada Selasa malam (15/6).

Hal itu disampaikan Plt Jurubicara Bidang Penindakan KPK, Ali Fikri saat ditanya soal fakta sidang yang menyeret nama Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin dan Politisi Partai Gelora Fahri Hamzah.

Dua nama ini muncul tepatnya sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Selasa malam (15/6).

“Fakta sidang perkara ini baik keterangan saksi maupun para terdakwa selanjutnya akan dianalisa tim JPU KPK dalam surat tuntutannya,” ujar Ali kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (16/6).

Analisa diperlukan untuk mendapatkan kesimpulan apakah keterangan saksi ada saling keterkaitan dengan alat bukti lain atau tidak, sehingga membentuk fakta hukum untuk dikembangkan lebih lanjut.

“Prinsipnya, tentu sejauh jika ada kecukupan setidaknya dua bukti permulaan yang cukup, kami pastikan perkara ini akan dikembangkan dengan menetapkan pihak lain sebagai tersangka,” pungkas Ali.

Berita sebelumnya, Nama Wakil Ketua DPR, Azis Syamsuddin, dan Fahri Hamzah terseret dalam perkara korupsi yang ditangani KPK yaitu kasus suap izin ekspor benur atau lobster.

Kali ini, nama Azis Syamsuddin dan Fahri Hamzah terseret di sidang perkara dugaan suap izin ekspor benih bening lobster KKP yang digelar di Pengadilan Tipikor di PN Jakpus, Selasa malam (15/6).

Bukan hanya Azis Syamsuddin, nama mantan Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah juga terseret dalam sidang pemeriksaan keterangan para terdakwa dalam perkara ini.

Kedua nama itu disebut setelah tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK membuka barang bukti elektronik.

Barbut ini berupa screenshot atau tangkapan layar percakapan antara Edhy Prabowo saat menjabat sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan dengan terdakwa Safri selaku Staf khusus (Stafsus) Edhy.

Safri ini juga menjabat sebagai Wakil Ketua tim due diligence atau tim uji tuntas. (ral/int/pojoksatu)