Kurun Waktu 2 Bulan Sudah 3,6 Ton Sabu Diungkap, Kapolri Nyatakan Perang terhadap Narkoba

Penampakan 1,129 Ton Sabu yang Diungkap Polda Metro, Ternyata Barasal dari Timur Tengah

POJOKSATU.id, JAKARTA- Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo mengatakan, peredaran barang haram norkoba di Indonesia selama pandemi Covid-19 terbilang sangat mengkhawatirkan.


Pasalnya kurun waktu dua bulan yakni bulan Apri dan Mei, tercatat pihak sudah berhasil mengungkap barang haram tersebut hingga 3,6 ton sabu.

“Dapat disimpulkan, total sampai dengan bulan Mei tahun 2021, kurang lebih 3,6 ton narkotika jenis sabu masuk ke Indonesia. Hal ini menjadikan Indonesia banjir narkoba di masa pandemi Covid-19,” kata Sigit di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (14/6/2021).

Sigit merinci, pihaknya juga telah melakukan pengungkapan narkoba jaringan internasional yang berasal dari Timur Tengah total sebanyak 2,5 ton narkoba jenis sabu.


2,5 ton sabu tersebut sudah dirilis pihak Polri sejak bulan April 2021 lalu.

Kemudian, pada Bulan Mei ini, pihaknya kembali membongkar seberat 1,129 ton sabu dengn jaringan yang sama.

Dalam kasus ini, sebanyak 7 tersangka diamankan petugas, 2 di antaranya Warga Negara Asing (WNA). Kini kasus tersebut masih terus dikembangkan.

“Kurun waktu 22 hari, Tim Satgas Narkoba Polda Metro Jaya berhasil melakukan pengungkapan narkoba jaringan internasional dari Timur Tengah (Iran) dan Afrika (Nigeria) dengan total 1,129 ton narkoba jenis sabu,” ujarnya.

“Kepada seluruh anggota terus untuk berperang dan menuntaskan penanganan masalah narkoba ini mulai dari hulu ke hilir. Perang terhadap narkoba akan terus dilakukan bersama dengan stakeholder terkait,” ungkapnya.

Akibat perbuatannya, para tersangka dikenakan Pasal 114 ayat (2) subsider Pasal 115 ayat (2) lebih subsider Pasal 112 ayat (2) Juncto Pasal 132 ayat (1) dan ayat (2) Undang-Undang RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman hukuman minimal enam tahun penjara, maksimal hukuman mati.

(Fir/Pojoksatu)