Seperti Tahun Lalu, Ibadah Haji Tahun 2021 Hanya Diikuti Warga Saudi, Terbatas 60 Ribu Jemaah

Pemerintah Arab Saudi masih belum membuka Masjidil Haram
Pemerintah Arab Saudi masih belum membuka Masjidil Haram. Foto net

POJOKSATU.id, JAKARTA – Mengulang kejadian 2020 lalu, pelaksanaan Ibadah Haji 2021 ini hanya diikuti warga Saudi dan ekspatriat yang berada di Arab Saudi. Kebijakan sudah diputuskan.


“Pelaksanaan ibadah haji 2021 hanya terbatas domestik Arab Saudi baik warga negara Arab Saudi dan para ekspatriat yang berada di Arab Saudi,” kata Duta Besar RI untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (12/6/2021).

Pemerintah Arab Saudi juga membatasi kapasitas jemaah yang bisa melaksanakan Haji 2021.

Jumlah maksimal jemaah haji tahun ini adalah 60 ribu.


“Jumlah maksimal 60 ribu jemaah, usia 18-65,” ucap Agus.

Agus mengungkap bahwa Menteri Luar Negeri (Menlu) Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan Al Saud telah menghubungi Menlu RI Retno Marsudi soal keputusan ini.

Menlu Retno ditelepon Pangeran Faisal bin Farhan Al Saud dua jam sebelum Arab Saudi umumkan keputusan.

“Dua jam sebelum diumumkan Menteri Luar Negeri Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan Al Saud melakukan sambungan telepon dengan Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi menyampaikan keputusan Pemerintah Kerajaan Arab Saudi terkait pelaksanaan Ibadah Haji tahun 2021,” ujar Dubes.

Pemerintah Arab Saudi membeberkan alasan mengapa Ibadah Haji 2021 hanya untuk domestik Arab Saudi saja.

Keputusan ini diambil karena pandemi virus Corona yang masih merajalela dan Kerajaan mengutamakan kesehatan dan keselamatan umat manusia.

“Mengingat apa yang disaksikan seluruh dunia dengan pandemi virus Corona dan munculnya varian-varian baru, otoritas terkait terus memantau situasi kesehatan global,” kata Kementerian Haji Saudi seperti diberitakan kantor berita AFP, Sabtu (12/6/2021).

“Mengingat kerumunan besar yang melakukan haji, menghabiskan waktu lama di banyak tempat dan tempat-tempat tertentu, memerlukan tingkat pencegahan kesehatan tertinggi,” katanya lagi. (ral/int/pojoksatu)