Pembunuhan Mengerikan 20 Wanita, Pelaku Ngaku Kuliti Wajah dan Makan Tubuh Korban

Pelaku pembunuhan yang menguliti wajah korbannya (AFP)

POJOKSATU.id, JAKARTA— Pembunuhan mengerikan terjadi di Meksiko. Korbannya mencapai 20 wanita. Pelaku mengaku memakan beberapa bagian tubuh korban dan menguliti wajah korbannya.

Pelaku pembunuhan sadis ini mengungkapkan pengakuan mengejutkan saat di pengadilan.

Pria berusia 72 tahun tersebut mengaku memakan beberapa bagian tubuh korban dan menguliti wajah korban terakhirnya.

Seperti dilansir dari New York Post, Minggu (13/6/2021), Andrés Mendoza menyampaikan pengakuan mengerikan tersebut dalam sidang Kamis (20/5) waktu setempat.


Sidang tersebut mendakwa Mendoza terkait pembunuhan korban terakhirnya, Reyna González, yang berusia 34 tahun.

“Saya menghilangkan kulit dari wajahnya karena dia sangat cantik,” kata Mendoza di pengadilan, menurut laporan The Daily Mail.

Pelaku Mendoza mengakui telah membunuh enam wanita lain sejak 2001, dan memakan beberapa bagian tubuh mereka.

Meski begitu, petugas kepolisian menduga Mendoza bertanggungjawab atas pembunuhan 20 orang.

“Yang ingin saya lakukan adalah mengatakan yang sebenarnya,” klaim Mendoza di pengadilan.

Pelaku Mendoza ditahan pada 14 Mei lalu usai membunuh seorang istri polisi.

Sang korban diduga dibunuh dengan dipotong-potong dengan gergaji dan pisau daging.

Sebelumnya, korban Gonzales diketahui berencana bertemu dengan Mendoza untuk berbelanja suku cadang ponsel untuk bisnis yang dia jalankan.

Namun korban tak kunjung kembali hingga membuat suaminya, Bruno Portillo, pergi ke rumah Mendoza.

Dilaporkan, petugas polisi menggunakan alat khusus untuk membongkar lantai beton rumah pelaku. Di dalam ruang bawah tanah, polisi menemukan meja berlumuran darah González.

“Apa yang sudah dilakukan sudah selesai. Suaminya ada di sana, dia melihat semuanya,” klaim Mendoza di pengadilan.

Polisi juga menemukan bagian tubuh sembilan wanita lainnya, serta rekaman video pembunuhan dan bukti lainnya – termasuk buku catatan dengan nama 29 wanita.

Pelaku Mendoza mengatakan kepada pejabat pengadilan bahwa dia mulai bertemu para korbannya di bar 20 tahun yang lalu – dan membunuh mereka ketika mereka menolak tawaran romantisnya.

“Orang ini psikopat karena dia tidak merasa menyesal, sehingga dia memberi tahu Kementerian Umum, di hadapan di hadapan pengacara pembela, keadaan bagaimana hal itu terjadi, peristiwa pembunuhan lainnya,” kata pengacara Sergio Baltazar, yang mewakili keluarga González. (ral/int/pojoksatu)