Polisi Ungkap Pembagian Kerja Sindikat Preman di Tanjung Priuk, Total Ada 5 Pos Penjagaan, Segini Uang Pungli yang Wajib Disetor

Preman Tanjung Priok yang ditangkap polisi (ist1)
Preman Tanjung Priok yang ditangkap polisi (ist1)

POJOKSATU.id, JAKARTA- Polisi mengungkap modus 24 preman yang dicokok di Depo PT Greeting Fortune Container (GFC) dan Depo PT Dwipa Kharisma Mitra Jakarta.


Wakapolres Metro Jakarta Utara, Ajun Komisaris Besar Polisi Nasriadi mengatakan apabila uang pungutan liar tidak diberikan, maka kegiatan bongkar muat di depo tersebut akan terhambat dan kontainer tidak akan diperbolehkan masuk.

“Hasil temuan bahwa sering terjadi kemacetan yang dialami oleh para sopir truk dikarenakan adanya pungli atau pemerasan yang dilakukan oleh para karyawan yang ada di beberapa depo di daerah jakarta utara, salah satunya yaitu PT Dwipa Kharisma Mitra Jakarta KBN Marunda,” kata Wakapolres Metro Jakarta Utara, Ajun Komisaris Besar Polisi Nasriadi kepada wartawan, Jumat (11/6/2021).

Dia menambahkan, dari hasil penyelidikan didapati kalau proses pungli yang dilakukan oleh sindikat ini memiliki berbagai tahap pos, yaitu pos 1 bagian pintu masuk dengan biaya Rp2.000.

Kemudian di pos 2 bagian survei biaya Rp2.000.

Pada pos 3 yang merupakan bagian cuci biaya dimintai uang sebesar Rp2.000 atau 5.000.

Kemudian, di pos 4 bagian angkat kontainer (crane) Rp5.000. Lebih lanjut dia mengatakan, seluruh pos ini tidak memiliki karcis dari pihak depo yang diberikan kepada pihak supir.
Dari hasil bahan keterangan tersebut

“Pos 5 bagian keluar depo Rp2.000,” kata dia.

Sebelumnya, Presiden Jokowi kunjungan ke Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara ,Kamis (10/6/2021). Jokowi mendengarkan langsung keluhan sopir truk container yang mengeluhkan preman.

Di momen itu, para sopir mengeluhkan banyaknya premanisme yang melakukan pemalakan di perbatasan Dermaga Jakarta International Container Terminal (JICT) dan Terminal Peti Kemas Koja, Jakarta Utara.

Ditambah lagi banyaknya praktek pungutan liar (pungli) terhadap para sopir truk kontainer yang melintas di kawasan Jakarta Utara tersebut.

Mendengar keluhan para sopir truk kontainer tersebut, presiden Jokowi langsung menelpon Kapolri agar bergerak cepat menindak para preman dan pungli di kawasan Jakarta Utara tersebut.

Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo mengintruksikan langsung anak buahnya agar membersihkan tindakan premanisme yang sering melakukan pemalakan terhadap sopir kontainer di wilayah Jakarta Utara.

Tak butuh waktu lama, Jajaran Polres Metro Jakarta Utara bergerak cepat menangkap 24 orang pelaku pungutan liar (pungli) terhadap sopir truk kontainer tersebut.

“Sudah kita tangkap, ada 24 preman yang kita tangkap,” kata Kapolres Jakarta Utara Kombes Guruh Arif Darmawan saat dikonfirmasi, Jumat (11/6/2021).

(dhe/pojoksatu)

Loading...