Kabareskrim Berbincang dengan Ustad Adi Hidayat,”Polisi Jangan Dihakimi Dulu, Dicurigai dan Dinyinyiri”

Ustadz Adi Hidayat atau UAH
Ustadz Adi Hidayat atau UAH

POJOKSATU.id, JAKARTA— Ustad Adi Hidayat (UAH) menemui Kabareskrim Komjen Pol Agus Andrianto di Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat (11/6). Komjen Agus terlibat bincang akrab dengan UAH.

Kedatangan Ustad Adi Hidayat dalam rangka silaturahmi dengan Kabareskrim.

Kabareskrim dan UAH berdiskusi seputar perkembangan dan dinamika sosial, hukum, dan kebangsaan yang terjadi di tanah air.

Di hadapan Kabareskrim, Ustaz Adi Hidayat menyampaikan keprihatinannya atas situasi yang terjadi saat ini.


Terkait upaya pihak-pihak yang menjadikan situasi darurat pandemi COVID-19 untuk memecah belah bangsa seperti menciptakan narasi adu domba di media sosial.

UAH pun menyatakan kerap menjadi korban fitnah para pegiat media sosial yang tujuannya hanya mencari sensasi saja.

UAH berharap, mudah-mudahan hal-hal yang dapat merugikan bangsa dan negara dapat diredam dan ditindak oleh Polri.

Melalui mekanisme dan proses yang baik sesuai aturan dan hukum yang tegas.

“Saya rasa peran Bareskrim Polri sudah sangat besar dalam upaya mengawasi dan menertibkan banyaknya permasalahan sosial yang dapat berimbas ke masalah hukum,” kata UAH.

Menurut UAH, dalam menindaklanjuti persoalan sosial tersebut, Bareskrim berperan profesional.

Dan pihaknya siap memberikan dukungan menjaga persatuan dan kesatuan Indonesia lewat dakwah.

“Kami siap memberikan dukungan kepada Mabes Polri dalam rangka sosialisasi kebijakan Polri dalam hal membantu persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia, baik melalui media dakwah dan pembinaan yang tepat sasaran,” kata UAH.

Kabareskrim Komjen Pol Agus Andrianto dalam pertemuan tersebut menyampaikan bahwa kesalahpahaman memang sering terjadi di tengah masyarakat.

Ini akibat pihak tertentu yang mencitrakan negatif kepada satu sama lain, termasuk kepolisian.

“Padahal polisi pasti bergerak dan bertindak berdasarkan objektivitas,” kata Agus.

Di tengah segala kisruh yang ada, kata Komjen Agus, negara atau polisi perlu hadir untuk menjadi penengah yang arif.

“Tetapi di saat yang bersamaan, posisi negara (polisi) juga jangan dihakimi dulu, dicurigai, dinyinyiri, dan seterusnya,” katanya.

“Karena pada dasarnya yang mengikat kami semua adalah undang-undang dan koridor hukum yang berlaku. Kami patuh dan tunduk pada semua itu,” ujarnya.

Menurut Komjen Agus, sinergi yang baik antar semua pihak adalah sesuatu yang paling dibutuhkan bangsa hari ini.

“Semua harus bergerak pada satu tujuan mulia yang sama, berkolaborasi dalam satu frekuensi kebaikan yang sama, terhubung satu sama lain dengan jembatan rasa yang sama, yakni rasa cinta pada bangsa dan negara ini,” katanya.

Dalam pertemuan itu, UAH juga menyampaikan pandangan-pandangan disertai dakwah ringan yang disambut baik oleh Komjen Pol Agus Andrianto.

Keduanya mengajak bersama-sama pemerintah dan masyarakat untuk bijak dalam menyampaikan kritikan dan bertindak.

Agar tidak menambah beban masyarakat dan pemerintah yang tengah berupaya menghadapi berbagai persoalan sosial dan ekonomi di masa pandemi ini. (ral/jpnn/pojoksatu)