Dulu Pernah Ada Kapolri yang Sikat Habis Premanisme, se-Indonesia Langsung Tiarap

Pakar psikologi forensik Reza Indragiri Amriel. Foto JawaPos.com
Pakar psikologi forensik Reza Indragiri Amriel. Foto JawaPos.com

Terorganisir dan Backing

Bang Reza juga teringat Wakapolri Syafruddin yang kini telah pensiun pernah mengatakan bahwa membersihkan street crime itu gampang.


Namun faktanya, sambung dia, tidak mudah menyapu bersih premanisme dan palakisme sebagai street crime.

Salah satu kesulitannya adalah, karena premanisme tidak lagi merupakan aksi jahat yang dilakukan secara individu.

“Tetapi, boleh jadi sudah menyerupai atau bahkan menjelma sebagai kejahatan terorganisasi,” ungkap alumnus psikologi UGM Yogyakarta ini.


Maka, sangat penting untuk menelusuri seluruh jaringan di balik premanisme.

Mulai dari para eksukuktor, para bos-bosnya atau sampai para pelindungnya yang bisa saja bekerja sebagai oknum aparat.

“Konsekuensinya, tidak cukup reskrim yang bekerja di lapangan. Unit intel juga perlu memperluas endusannya,” papar Reza.

Karena itu, peraih gelar MCrim (Forpsych-master psikologi forensik) Universitas of Melbourne, Australia ini menilai, perlu juga dilibatkan unit internal Polri untuk ikut bekerja.

“Patut mengecek ada tidaknya personel yang nakal di balik premanisme itu,” tandas Reza. (jpnn/ruh/pojoksatu)