Pledoi HRS Kasus RS UMMI, Pengacara Janji Lawan Kriminalisasi Pasien Dan Ulama

Habib Rizieq Shihab bacakan pledoi di pengadilan

POJOKSATU.id, JAKARTA – Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN Jaktim) kembali menggelar sidang lanjutan kasus dugaan berita bohong atau hoaks swab Habib Rizieq Shihab di RS UMMI Bogor, hari ini, Kamis (10/6/2021).

Agenda sidang lanjutan kali ini yakni pembacaan nota pembelaan atau pledoi terhadap tiga terdakwa yakni Habib Rizieq Shihab (HRS), Muhammad Hanif Alatas dan dr Andi Tatat.

“Ya sidang kali pembacaan nota pembelaan atau pledoi,” kata pengacara Habib Rizieq, Sugito Atmo Prawiro dalam keterangannya, Kamis (10/6).

Sugito menuturkan, sidang pembacaan nota pembelaan atau pladeo ini untuk melawan kriminalisasi ulama dan menegakkan keadilan.


“Ini menegakkan keadilan melawan kezaliman kriminalisasi pasien, dokter, dan rumah sakit,” ujarnya.

BACA: Pesan dari Gedung DPRD untuk Hakim: Bebaskan HRS, Palu Anda Mewakili Allah

Sebelumnya, Jaksa penuntut umum (JPU) menuntut terdakwa Rizieq Shihab dengan hukuman enam tahun penjara terkait kasus tes usap (swab test) RS Ummi Bogor.

Tuntutan itu dibacakan jaksa di ruang sidang utama Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur, Kamis (3/6/2021).

Rizieq diyakini bersalah dan melanggar salah satunya Pasal 14 ayat (1) UU RI Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1.

Jaksa juga menilai Rizieq tidak mendukung pemerintah dalam pencegahan Covid-19.

“Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Muhammad Rizieq bin Husein Shihab alias Habib Muhammad Rizieq selama enam tahun penjara,” kata jaksa. (fir/pojoksatu)