Dua Ormas Bentrok di depan Mapolres Bekasi, Begini Penjelasan Polisi

Dua ormas bentrok di depan Polres Metro Bekasi Kota Selasa malam (adika)

POJOKSATU.id, JAKARTA- Bentrokan ormas di depan Mapolres Metro Bekasi Kota tak terhindarkan, Selasa (8/6/2021).

Akibat hal itu polisi menahan 26 anggota ormas Gerakan Muslim Penyelamat Aqidah (Gempa) dan 5 anggota Pemuda Batak Bersatu (PBB).

“Saya sampaikan kuasa hukum PBB percayakan kepada polisi karena kita sudah amankan 26 yang dari Gempa untuk kita lakukan penyelidikan,” kata Wakil Kapolres Metro Bekasi Kota, AKBP Alfian Nurrizal, Rabu (9/5/2021).

Bentrokan terjadi pada 3 gelombang, pertama karena utang-piutang di Narogong, Rawalumbu pada Selasa (8/6/2021) pukul 21.00-an. Dari situ dari kedua belah pihak terdapat korban.


Kemudian bentrok kedua terjadi di depan Mapolres Metro Bekasi antara massa Gempa dan PBB pada Rabu (9/6) pukul 00.30 WIB. Akibat bentrokan itu polisi menahan 26 anggota Gempa, dan 2 anggota PBB.

Dari bentrokan kedua 2 anggota PBB terluka lantaran sabetan senjata tajam dari anggota Gempa.

Bentrokan di depan mapolres adalah insiden ketiga yang pecah antara polisi dengan massa PBB pada pukul 3.30 WIB. Provokasi dari oknum anggota PBB yang minta pimpinan Gempa yang ditahan dihadirkan di hadapan mereka membuat massa memanas. Dari insiden itu 3 orang anggota PBB ditahan polisi.

“Tapi semalam sempat ada provokasi minta dihadirkan ketua (Gempa) dan pelakunya, kalau kita hadirkan di tengah-tengah massa, itu akan menghakimi sendiri, itukan tidak baik,” tegas Alfian.

Akhirnya pihak kepolisian terpaksa membubarkan massa yang masih berkerumun di depan kantor Polres Metro Bekasi Kota.

“Memang sempat memicu untuk provokasi makanya karena situasi pandemi juga jangan sampai ada klaster kita dorong untuk membubarkan diri,” terangnya.

Selain mengamankan 26 orang, polisi juga menyita sejumlah alat bukti berupa senjata tajam, kayu serta saksi-saksi.

“Kita sampaikan agar mempercayakan pengamanan kasus kepada polisi, kita sudah amankan alat bukti dari saksi, pelaku, barang bukti kayu, senjata tajam,” paparnya.

Utang-piutang jadi pemicu:

Penagihan utang piutang menjadi penyebab kedua massa ormas tersebut bentrok.

Warga bernama Ika meminjam uang kepada sebuah koperasi yang memiliki kaitan dengan PBB.

Dia meminjam Rp3,5 juta dengan cicilan Rp700.000 selama 7 kali pembayaran. Karena suatu hal, dia tak dapat membayar utang itu.

Saat ditagih, warga itu meminta bantuan kepada ormas Gempa sehingga bentrok tak terhindarkan.

Hingga detik ini belum ada penjelasan dari perwakilan ormas Gempa terkait insiden tersebut.

(dil/pojoksatu)