Seluruh Vaksin Covid-19 Yang Tersebar di Rumah Sakit Ditarik, Ini Sebabnya

Vaksin Covid-19
Vaksin Covid-19. Foto : Pixabay

POJOKSATU.id, PEKANBARU — Seluruh vaksin Covid-19 yang tersebar di rumah sakit di Pekanbaru, Provinsi Riau, ditarik. Ada kerancuan jumlah vaksin yang disuntikkan dengan data yang diterima.


Penarikan vaksin Covid-19 dilakukan karena jumlah vaksin yang disuntikkan tak sesuai dengan data yang diterima Dinas Kesehatan.

Penarikan vaksin dari semua rumah sakit di seluruh Pekanbaru diketahui setelah surat dari Dinas Kesehatan Pekanbaru tersebar luas di publik.

Surat itu ditujukan kepada semua direktur rumah sakit di Kota Pekanbaru.


“Sehubungan dengan adanya evaluasi pelaksanaan vaksinasi COVID-19 di Pemerintah Kota Pekanbaru, maka kami memerintahkan kepada seluruh direktur rumah sakit se-Pekanbaru untuk segera mengembalikan vaksin Covid-19 ke Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru,” tulis surat yang ditandatangani Kabid Sumber Daya Dinkes Pekanbaru David Oloan, Selasa (8/6/2021).

Surat itu dikeluarkan, Senin (7/6), dan tertulis vaksin harus sudah dikembalikan paling lambat sore di hari yang sama.

Tak ada pengecualian bagi rumah sakit untuk mengembalikan vaksin.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Pekanbaru, Arnaldo, membenarkan surat yang beredar tersebut.

Menurutnya, vaksin Covid-19 harus segera dikembalikan karena bermasalah.

“Vaksin diambil oleh fasyankes (fasilitas pelayanan kesehatan). Namun, ketika melakukan vaksin, data orang yang di vaksin tidak di-input ke P-care (pencatatan vaksinasi) dan SMILE (Sistem Monitoring Imunisasi dan Logistik Elektronik),” tegas Arnaldo.

Arnaldo memastikan sudah banyak dosis vaksin Covid-19 yang didistribusikan ke rumah sakit di Pekanbaru.

Namun data jumlah penerima vaksin tidak kunjung diterima dan terdata dalam P-care dan SMILE.

“Data orang yang divaksin banyak yang belum di-input. Terkait penarikan vaksin berkaitan dengan data P-care dan SMILE,” katanya.

Terkait sejak kapan data vaksin dan jumlah penerima tidak sesuai, menurut Arnaldo sudah terjadi sebelum dirinya menjadi Plt.

“Ini sepertinya sudah lama. Tidak ada hubungan dengan vaksin massal kemarin. Kita hanya ingin supaya data ini real agar ketika minta vaksin ke pusat, orang pusat bisa kasih vaksin,” katanya.(ral/int/pojoksatu)