Nah Loh! Tiba-tiba Komnas HAM Bandingkan Firli Bahuri dengan Nadiem Makarim, Ada Apa?

Ilustrasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Ilustrasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

POJOKSATU.id, JAKARTA- Ketua Komnas HAM, Ahmad Taufan Damanik membandingkan Firli Bahuri dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim.


Pembandingan tersebut lantaran Ketua lembaga antirusuah itu tidak memenuhi panggilan Komnas HAM yang dijadwalkan hari ini, Selasa (8/6).

Itu terkait dengan kasus 75 pegawai KPK yang dinonaktifkan.


Lain halnya dengan Nadiem Makarim, meski tidak menghadiri panggilan Komnas HAM, akan tetapi ia mengirimkan perwakilan utusannya.

“Nadiem itu pernah dipanggil Komnas HAM, walaupun waktu itu beliau tidak bisa,” kata Taufan kepada wartawan di Jakarta, Selasa (8/6/2021).

“Tapi waktu itu beliau kirim Direktur Jenderal (Dirjen) untuk menjelaskan ada satu aduan dari kelompok manusia,” sambungnya.

Lebih lanjut, Taufan menjelaskan, pemanggilan Firli Bahuri itu untuk meminta keterangan KPK.

Itu terkait aduan tentang dugaan keganjilan tes wawasan kebangsaan (TWK) dari 75 pegawai yang saat ini dibebastugaskan.

Keterangan Komisi Antirasuah itu dibutuhkan untuk membuat penyelidikan di Komnas HAM berimbang.

“Kita akan tanyakan, minta klarifikasi apa yang disampaikan oleh para pegawai yang sudah datang ke sini, ada puluhan orang,” tuturnya.

Taufan juga mengatakan, Komnas HAM juga akan memanggil perwakilan dari Badan Kepegawaian Negara (BKN).

BKN dipanggil karena sebagai pihak penyelenggara tes itu. Pemanggilan BKN rencananya dilakukan dua hari lagi.

Keterangan para pegawai KPK akan dikombinasikan dengan BKN dan KPK. Setelah itu, Komnas HAM akan memberikan kesimpulan.

“Kita akan crosscheck itu, apakah informasi ini benar atau tidak,” pungkas Taufan.

Sebelumnya, Komnas HAM telah mengirimkan surat panggilan klarifikasi kepada pimpinan KPK. Mereka sedianya dipanggil untuk dimintai klarifikasi terkait polemik tes wawasan kebangsaan atau TWK pegawai KPK.

Komisioner Komnas HAM Choirul Anam berharap para pimpinan KPK dan pihak-pihak terkait dapat hadir memenuhi panggilan.

“Kami benar-benar berharap bahwa semua pihak yang kami panggil itu bersedia datang dan bekerja sama dengan baik,” kata Anam kepada wartawan, Minggu 6 Juni 2021.

(muf/pojoksatu)