Sudah 2 Kali Batal Berangkat Haji, Menko PMK: Jemaah Haji 2020 Diprioritaskan Lebih Dulu

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy

POJOKSATU.id, JAKARTA— Pemerintah memutuskan tak memberangkatkan jemaah haji Indonesia 2021 ini. Sudah 2 kali Jemaah haji tertunda. Pemerintah memprioritaskan jemaah haji 2020 lebih dulu.


Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengungkapkan jemaah yang tertunda haji pada 2020, lebih diprioritaskan berangkat terlebih dahulu.

“Jadi kan ini penundaan haji yang kedua setelah tahun lalu, artinya mestinya mereka yang berangkat tahun lalu itu sekarang juga tertunda,” jelas Muhadjir kepada wartawan di Universitas Gunadarma, Depok, Minggu (6/6/2021).

“Dan merekalah yang kan diprioritaskan untuk mudah-mudahan tahun depan sudah diperbolehkan,” katanya.


Dana Haji Tak Diinvestasikan di Infrastruktur

Kemudian, Muhadjir pun menjamin dana haji aman. Ia memastikan dana haji tidak diinvestasikan di sektor infrastruktur.

“Tidak ada satu pun atau tidak ada secuil dana pun yang diinvestasikan di sektor yang langsung, termasuk infrastruktur,” katanya.

“Jadi memang belum ada langkah untuk membuat direct investment, semua masih berupa surat-surat berharga investasinya dan juga disimpan di bank syariah sesuai dengan standar tabungan haji yang harus dikelola dengan syari,” jelasnya.

“Dan mereka yang sudah menyimpan dana haji itu juga mendapatkan dan kemanfaatan. Jadi dana itu dikelola sedemikian rupa, diinvestasikan sehingga ada manfaatnya kemanfaatannya, keuntungannya yang itu juga diberikan kepada mereka jamaah yang belum berangkat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Muhadjir mengatakan, permasalahan utama tidak diberangkatkannya jemaah haji tahun ini adalah karena masih berada dalam kondisi pandemic Covid-19.

Pihaknya akan melakukan evaluasi untuk dijadikan pertimbangan dalam membuat keputusan keberangkatan haji tahun depan.

“Ini sebetulnya kan masalahnya kan terutama karena kita masih berada dalam suasana pandemi,” katanya .

“220 ribu jemaah, jadi tidak bisa main-main. Karena itu mohon dimaklumi kalau pemerintah saat ini bahwa kita tidak akan mengirim,” ujar Muhadjir.

“Nanti akan kita tinjau kita evaluasi semua, mudah-mudahan ini bisa dijadikan bahan untuk mengambil keputusan tahun depan,” imbuh Muhadjir. (ral/int/pojoksatu)