Pimpinan DPR Ahmad Sahroni Sebut Operasi Ketupat 2021 Berhasil, Ini Alasannya

Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni. Foto Humas DPR RI
Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni. Foto Humas DPR RI

POJOKSATU.id, JAKARTA— Beberapa minggu pascamomentum mudik Lebaran 2021 berakhir, upaya penyekatan mudik Lebaran 2021 yang dilaksanakan oleh Polri bisa dinyatakan berhasil.


Hal ini karena operasi tersebut bisa menekan angka pemudik dari tahun sebelumnya secara sangat signifikan.

Menurut catatan pemerintah, jumlah pemudik tahun ini berkisar di angka 1 juta orang. Jauh turun dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Komisi III DPR RI Fraksi Partai NasDem Ahmad Sahroni mengapresiasi capaian Polri tersebut.

Menurut Sahroni, ada berbagai tindakan dalam penyekatan ini yang dilakukan dengan sangat efektif dan tanggap oleh kepolisian.

“Pertama, dalam menjalankan operasi Ketupat 2021 ini, polisi udah berkordinasi secara baik dan efektif dengan banyak institusi lain,” ujar Sahroni dalam keterangannya, Minggu (6/6/2022).

“Mulai dari Dishub, Kemenkes, hingga Jasa Marga untuk mereka yang mudik lewat jalur tol. Kordinasinya pun sangat baik, dari mulai mengedukasi masyarakat supaya nggak mudik, sampai tes Covid-19 di tempat,” lanjutnya.

Menurut Sahroni, hal tersebut menunjukkan bahwa polisi benar-benar serius dalam menjalankan operasi ketupat 2021.

Sahroni juga menyoroti kinerja polisi di lapangan yang sangat persuasif dan akomodatif dalam menjalankan tugasnya menghalau para pemudik.

“Lalu dalam menjalankan tugasnya, polisi juga bekerja dengan humanis dan persuasif,” tuturnya.

“Mereka tidak saklek atau memaksa pemudik untuk putar balik dengan keras atau tangan besi, namun justru secara persuasi, membujuk, dan memberi edukasi. Ini juga patut kita apresiasi,” sambungnya.

Sahroni juga menyebutkan bahwa kinerja mencegah para mudik bukan tugas yang mudah, karena melibatkan masyarakat banyak dan diperlukan kordinasi yang cekatan dengan banyak institusi negara.

“Kinerja membendung pemudik ini tentunya bukan kerja yang mudah, karena seperti kita tahu, mudik adalah kegiatan migrasi terbesar di Indonesia,” paparnya.

“Banyak masyarakat dan instutusi yang terlibat, namun dengan menurun drastisnya angka pemudik di tahun 2021, membuktikan bahwa polisi telah berhasil melaksanakan tugasnya dengan baik,” kata Sahroni. (muf/pojoksatu)

Loading...