Kesaksian Tetangga Soal Pelaku Mutilasi Wanita Bugil, Ternyata Mantan Narapidana Kasus Narkoba

pelaku mutilasi wanita di banjarmasin

POJOKSATU.id, BANJARMASIN- Heri Purwanto alias Ari (40), warga Komplek Pembangunan 1 Jalan Jafri Zam-zam, Kelurahan Belitung Selatan Kecamatan Banjarmasin Barat, adalah pelaku pembunuhan sadis dengan cara memenggal kepala korban lalu melempar sejauh 10 meter.

Pembunuhan mutilasi terjadi di Gang Keluarga Kelurahan Belitung Selatan, Banjarmasin Barat dengan korban bernama Rahmah (33) Warga Kelayan B, Banjarmasin Selatan, Gang Keluarga Kelurahan Belitung Selatan, Banjarmasin Barat dengan korban bernama Rahmah (33) Warga Kelayan B, Banjarmasin Selatan.

Terduga pelaku sudah diamankan Polisi di kawasan Bati-bati Kabupaten Tanah Laut (Tala) yang hendak melarikan diri. Namun atas kerjasama aparat, Ari dibekuk tanpa perlawanan.

Berdasarkan keterangan warga yang tidak ingin namanya disebutkan atau berinisial R, Ari memang memiliki kepribadian tidak menyambung dan agak sedikit setres.


“Warga komplek sini mengenalnya dengan sebutan Ari, ia memang terkadang tidak menyambung dan agak sedikit setres dilingkungan sini,” ujarnya dikutip jejaring klikkalsel.

Ia mengungkapkan, Ari setelah lulus smp sempat pergi keluar kota untuk melanjutkan sekolahnya. Setelah lulus baru kembali lagi ke Banjarmasin. Tak lama kemudian terjerat kasus narkoba dan ditahan.

“Ia sempat terjerat kasus narkoba, ditahan kurang lebih 5 tahun, tapi dia mulai agak tidak nyambung (setres) setelah 7 tahun lalu orangtuanya meninggal,” jelasnya.

Semenjak itu, Ari mulai bertingkah tidak normal dilingkungan, dari beberapa cerita warga, seringkali ia teriak-teriak tidak jelas saat duduk menonton Tv di pos jaga.

“Kadang teriak sendiri saat nonton tv di pos, kadang juga minta makan ke warga setelah mau dikasih orangnya hilang. Kalau diajak bicara tidak nyambung, terkadang saat disapa tidak tau menahu,” tuturnya.

R juga mengaku, sudah kurang lebih satu bulan tidak mlihat Ari di lingkungan komplek. Namun, sekitar pukul 8.00 Wita sempat melihat pelaku arah keluar komplek.

“Saya tadi habis pulang dari pasar dan sempat ketemu ia arah ke luar komplek. Saya tegur tapi ya tidak heran orangnya memang tidak nyambung,” imbuhnya.

Mengetahui Ari adalah pelaku mutilasi, R sempat tidak percaya. Karena sepengetahuan R tidak pernah membuat ulah di lingkungan komplek.

“Kami sebagai warga juga mengerti memang orangnya sedikit tidak nyambung. Terkadang Ari juga mau membantu warga diupah dengn satu bungkus roko dan makanan,” ungkapnya.

“Saya merasa tidak percaya soalnya orangnya agak tidak nyambung tidak mungkin dia melakukannya,” tambah R.

Disamping itu, Kandarudin seorang penjaga malam dan juga orang yang menempati rumah Ari mengatakan, memang agak tidak waras semenjak orangtuanya meninggal dan ke luar dari penjara setelah terjerat kasus narkoba.

“Ia anak tungal, saya tinggal di rumahnya atas seijin RT karena rumahnya sudah lama kosong. Saya bersihkan lalu saya tempati,” jelasnya.

Kandarudin menambahkan, Ia memang seringkali datang kerumah untuk mengganti pakaian dan beberapa kali datang dalam keadaan diatas normal.

“Karena ia anak tungal kami pun sudah seperti keluarga, saya seringkali menasehatinya kalau punya uang jangan dibuat untuk minum minum, dan mengajaknya bekerja jadi tukang,” tuturnya.

Kandarudin mengaku, terakhir kali melihat Ari malam sebelum kejadian sedang berada di lingkungan komplek.

“Saya tidak menyangka, dan saya juga terkejut setelah tau bahwa Ari yang menjadi pelaku mutilasi tersebut,” pungkasnya.

(dhe/pojoksatu)