Wakil DPR Ingatkan Jangan Hanya Mulut Bicara Pancasila, Tapi Tindakan Tabrak Nilai Pancasila

Wakil Ketua DPR dari Fraksi Gerindra Sufmi Dasco Ahmad di Jakarta, Selasa (11/2/2020). Foto: M Fathra Nazrul Islam/JPNN

POJOKSATU.id, JAKARTA— Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad turut mengucapkan Selamat Hari Pancasila yang jatuh pada hari ini Selasa (1/6).  Jangan hanya mulut bicara Pancasila.

Menurut Sufmi Dasco, Pancasila bukan sekadar jargon kata-kata dan hafalan semata.

Melainkan juga amalan yang harus diimplementasikan secara konsisten di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Pancasila tidak cukup hanya diperingati hari lahirnya dan jangan hanya dihapalkan,” ujarnya dalam keterangannya kepada wartawan di Jakarta, Selasa (1/6/2021).


“Tetapi juga harus benar-benar dijalankan ajarannya. Jangan sampai mulut bicara Pancasila tetapi tindakan kerap menabrak nilai-nilai Pancasila,” sambungnya.

Ketua Harian Partai Gerindra itu berpendapat, bila seluruh masyarakat dapat menghayati dan menjalani nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila.

“Niscaya Indonesia akan tumbuh menjadi negara yang kuat, berdaulat, adil dan makmur,” jelasnya.

“Sebaliknya bila nilai-nilai Pancasila semakin diabaikan dalam kehidupan, bangsa ini akan menghadapi kondisi yang amat mengkhawatirkan dan terancam menjadi negara yang gagal,” terang Sufimi Dasco.

Karena itu, anak buah Prabowo Subianto itu mengajak kepada seluruh masyarakat agar senantiasa menjunjung tinggi ajaran yang berketuhanan sebagaimana ajaran sila pertama.

“Bertindak adil sejak dalam pikiran dan memiliki adab baik seperti ajaran sila kedua,” imbuhnya.

Kemudian, serta menjunjung tinggi semangat persatuan dan persaudaraan sebagaimana yang tercantum di sila ketiga.

“Kita juga harus terbiasa menghadapi perbedaan dan saling menghormati satu sama lain. Kedepankan musyawarah dalam memecahkan suatu persoalan sebagaimana ajaran sila keempat,” paparnya.

Terakhir, Sufmi Dasco mengajak kepada masyarakat agar dapat saling membantu dan saling menguatkan di era pandemi yang sudah melanda lebih dari satu tahun ke belakang.

Ia yakin, dengan semangat gotong royong Indonesia akan menjadi negara yang berhasil mengatasi wabah Covid-19.

“Yang kuat bantu yang lemah, dan yang lemah jangan pernah menyerah. Dengan demikian maka keadilan sosial akan tercipta, sebagaimana mandat dari sila kelima,” pungkasnya. (muf/pojoksatu)