Ingatkan Pihak Berusaha Bermain, Hakim Ketua Singgung Neraka di Sidang Juliari Batubara

Eks Mensos Juliari P Batubara usai menjalani pemeriksaan, Rabu (23/12/2020). Foto RMOL

POJOKSATU.id, JAKARTA — Muhammad Damis, hakim ketua yang mengadili eks Mensos Juliari Batubara, menyebut bahwa pelaku suap tempatnya di neraka.

“Dari awal sudah saya sampaikan bahwa bagi saya yang beragama Islam penyuap dan pemberi suap kemudian di hari kiamat tempatnya hanya di neraka,” tegas Damis dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Senin (31/5/2021).

Hakim menegaskan tidak pernah meminta sesuatu, baik ke penasihat hukum maupun jaksa penuntut umum.

Hakim turut mengingatkan pihak-pihak yang berusaha ‘bermain’ dalam perkara ini.


“Saya ingatkan sekali lagi bahwa tidak ada dalam kamus majelis ini meminta-minta sesuatu dari pihak-pihak yang berperkara,” ucapnya.

Sebelumnya di awal sidang, hakim menyampaikan ada informasi bahwa terdapat pihak tertentu mengatasnamakan majelis hakim yang mengajukan ‘permintaan’ ke penasihat hukum terdakwa.

Hal itu disampaikan hakim di depan Juliari sebelum memulai agenda pemeriksaan saksi.

“Kami juga mendapatkan informasi bahwa ada pihak-pihak tertentu yang mengatasnamakan majelis hakim meminta sesuatu ke tim penasihat hukum Saudara,” kata Damis.

Hakim mengingatkan jaksa dan penasihat hukum untuk mengabaikan permintaan itu. Menurutnya, hal semacam itu merupakan makelar perkara.

“Saya ingatkan bahwa dari awal saya minta bantuan, baik dari penuntut umum dan penasihat hukum agar tidak melayani jika ada permintaan yang semacam itu karena permintaan yang seperti itu adalah makelar perkara,” ujar Damis.

Dalam sidang ini, duduk sebagai terdakwa Juliari Peter Batubara bersama KPA bansos Adi Wahyono dan PPK bansos Matheus Joko Santoso.

Juliari didakwa menerima uang suap Rp 32,4 miliar berkaitan dengan pengadaan bantuan sosial (bansos) berupa sembako dalam rangka penanganan virus Corona atau COVID-19 di Kementerian Sosial (Kemensos). (ral/int/pojoksatu)