Nekat Serang Markas TNI, Nasib Dadang Buaya Berakhir Tragis

Dadang Buaya pukul anggota TNI dan Polisi Pameungpeuk Garut

POJOKSATU.id, GARUT – Dadang Buaya (45), preman kampung di Desa Mancagahar, Kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Garut, Jawa Barat, ditangkap aparat.


Ia dibekuk usai menyerang anggota TNI dan polisi di Mancagahar. Bahkan, dia bersama belasan temannya sempat mendatangi Markas Koramil Pameungpeuk sambil membawa senjata tajam.

Dadang diduga hendak menyerang markas TNI itu untuk mencari anggota TNI, Lettu Sapreudin.


BACA: Dadang Buaya Bawa Celurit ke Markas Koramil, Pukul Anggota TNI dan Polisi, Akhirnya Berdarah-darah

Aksi nekat Dadang Buaya berujung di jeruji besi. Ia pun jadi bulan-bulan aparat.

Dalam video yang diunggah akun Instagram @infokomando, Jumat malam (28/5) Dadang Buaya tampak berbaring di lantai dengan kondisi mengenaskan.

Kedua tangan Dadang diikat dengan lakban. Wajahnya disiram air berwarna kekuning-kuningan.

Video lainnya menununjukkan Dadang berkelahi dengan anggota TNI, Lettu Sapreudin.

Adapula video saat Dadang bersama temannya mendatangi Markas Koramil Pameungpeuk sambil membawa senjata tajam.

Dadang tiba di depan Markas Koramil Pameungpeuk dengan menggunakan sepeda motor.

Setiba di depan kantor koramil, Dadang yang mengenakan baju kotak-kotak langsung membuka pintu belakang mobil warna merah yang diduga milik temannya.

Dadang mengambil celurit dari dalam mobil dan berusaha menyerang anggota TNI.

Beruntung, aksi Dadang berhasil diredam anggota TNI di lokasi. Anggota TNI merampas senjata tajam milik Dadang.

Kronologi Kejadian

Infokomando menceritakan, peristiwa bermula saat seorang nelayan bernama Jaka (54) pulang melaut. Motornya nyaris bertabrakan dengan Dadang Buaya yang melawan arus.

Tak terima ditegur oleh Jaka, Dadang kemudian menodongkan sebilah belati ke leher Jaka sambil menamparnya. Keduanya lalu terlibat adu mulut.

Jaka lalu menemui adiknya yang kebetulan anggota TNI AD bernama Lettu Sapreudin untuk membantu menyelesaikan masalahnya.

Lettu Sapreudin pun mendatangi Dadang yang saat itu tengah dalam kondisi mabuk. Lettu Sapreudin dan Dadang akhirnya berkelahi.

Warga yang melihat keributan itu melapor ke Polsek Mancagahar.

Anggota Polsek Mancagahar datang ke lokasi untuk melerai. Namun Dadang justru menyerang anggota Polsek Mancagahar Bripka Bedi dengan senjata tajam. (one/pojoksatu)