Korban Prostitusi Online Anak di Bawah Umur Ternyata Dijebak Mucikari, Begini Kronologisnya

75 orang diamankan dalam penggerebekan prostitusi online di dua hotel di kawasan Jakarta Barat. 18 di antaranya ternyata anak di bawah umur. Foto IST
75 orang diamankan dalam penggerebekan prostitusi online di dua hotel di kawasan Jakarta Barat. 18 di antaranya ternyata anak di bawah umur. Foto IST

POJOKSATU.id, JAKARTA– Kasubdit 5 Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Pujiyarto menjelaskan, modus dua mucikari menawarkan anak di bawah umur ke lelaki hidung belang melalui media sosial, salah satunya Facebook, Instagram, dan Michat.


Awalnya, dua mucikari menjajikan para korban prostitusi online dengan bayaran tertentu, dengan syarat para korban bersedia dijadikan pacar tanpa berhubungan badan dengan para lelaki hidung belang.

“(Mucikari) menjebak korban dengan cara berpura-pura akan menjadikannya pacar,” kata AKBP Pujiyarto dalam keterangannya, Senin (24/5/2021).

“Pelaku dengan anak korban berkenalan melalui media sosial yaitu Facebook, Instagram, Michat. Selanjutnya, korban dan pelaku bertemu di tempat tongkrongan atau tempat
makan,” jelasnya.


Namun perjanjian itu tak sesuai, bahkan para korban diperjual belikan dengan tarif tertentu, sehingga pelaku melakukan hubungan layaknya suami istri.

“(Mucikari) hanya memberikan komisi atau fee kepada pelaku sebesar Rp50-100ribu per tamu,” ucapnya.

Kini tujuh korban prostitusi anak di bawah umur t telah dititipkan di Rumah Aman P2TP2A, dan enam lainnya dititipkan di BRSMPK Handayani.

Dua mucikari telah ditetapkan menjadi tersangka, Alatas perbuatan mucikari AD dan AP dijerat pasal berlapis yakni Pasal 88 Jo 76 I UU RI No.17 tahun 2016 tentang perlindungan anak, di pidana dengan pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda maksimal Rp 200 juta. Dan Pasal 27 ayat 1 jo pasal 45 UU ITE, Pasal 296 KUHP dan Pasal 506 KUHP.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya kembali mengungkap kasus prostitusi online di dua hotel kawasan Jakarta Barat. Penggerebekan itu terbongkar usai pihak kepolisian menerima laporan dari warga setempat.

Penggerebekan dilakukan pada Rabu 19 Mei 2021 dan Jumat 21 Mei 2021.

Dari kasus ini, pihaknya mengamankan sebanyak 75 orang, diantaranya 18 anak di bawah umur.

(fir/pojoksatu)