Kemensos Minta Karang Taruna Citra Pemuda Terus Berinovasi Ubah Sampah Jadi Rupiah

Karang Taruna Citra Pemuda Kabupaten Bandung Barat Jabar (ist)

POJOKSATU.id, JAKARTA— Kementerian Sosial terus mendorong kiprah generasi muda melalui Karang Taruna untuk terus berinovasi dan melakukan hal-hal yang positif.


Karang Taruna Citra Pemuda Desa Laksana Mekar Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, memiliki program yang memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.

Salah satunya program yang dijalankan adalah mengubah sampah menjadi rupiah. Ini dilakukan melalui pengolahan sampah serta budidaya maggot BSF.

Sekretaris Desa Laksana Mekar, Kohar menyampaikan bahwa Karang Taruna Desa Laksana Mekar aktif bergerak di bidang pemberdayaan masyarakat, kreativitas, dan kebersihan lingkungan.


“Pengolahan sampah yang dilakukan Karang Taruna ini sudah dilakukan selama 3 tahun. Inisiatif dari Karang Taruna untuk membersihkan sampah dilingkungan rumah tangga” kata Kohar dalam keterangsn tertulisnya, Senin (24/5/2021).

Sementara itu, Ketua Karang Taruna Desa Laksana Mekar Kabupaten Bandung Barat, Bambang merasa tergerak hatinya karena masalah sampah di lingkungan sekitarnya.

Banyaknya sampah berserakan di mana-mana membuat lingkungan Desa Laksana Mekar menjadi tidak indah.

Akhirnya, Bambang mengajak para pemuda di Desa tersebut untuk bersama-sama mencari solusi permasalahan sampah.

Melalui pelatihan dan pertemuan bersama aparat desa, Bambang mulai berinisiatif untuk memilah sampah organik dan non organik dipilah kemudian diolah supaya tidak menjadi limbah.

“Saya berfikir bagaimana caranya anak muda bisa bergabung dalam satu desa. Awalnya dimulai dengan kerja bakti bersih-bersih desa. Disitulah kemudian muncul ide dan chemistry serta keinginan untuk memajukan Desa Laksana Mekar dari segi UMKM dan UEP,” jelas Bambang.

Bekerjasama dengan PKK dilingkungan Desa Laksana Mekar, Bambang mengolah sampah organik melalui budidaya maggot BSF.

Maggot BSF (Black Soldier Fly) merupakan larva dari jenis lalat besar berwarna hitam yang terlihat seperti tawon. Selama masa hidupnya maggot BSF mengkonsumsi makanan organik, misalnya sampah organik.

Maggot BSF ini juga bisa membantu permasalahan sampah organik yang menggunung. Sekitar 750 kg maggot BSF mampu mengurai sekitar 2 ton sampah organik hanya dalam kurun waktu 2-3 minggu.

Selain dapat mereduksi jumlah limbah tidak baik, larva BSF juga dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak yang laku dijual.

Meski dikelompokkan sebagai lalat, BSF tidak hinggap di sampah dan tidak membawa penyakit.

Hasil budidaya maggot sangat banyak. Mulai dari pakan ternak, sampai menjadi pupuk kompos yang sangat baik untuk tanaman.

Ini menjadi bisnis yang dapat dijalankan oleh Karang Taruna bersama warga masyarakat. (rel/int/pojoksatu)