Alasan Alat Bukti Kurang, Kasus Pencabulan Oleh Pengasuh Pondok Pesantren di Indramayu Dihentikan

Kepala sekolah cabuli siswanya
Ilustrasi-pencabulan

POJOKSATU.id, BANDUNG- Kasus dugaan pencabulan oleh pengasuh sebuah ponpes ternama di Kabupaten Indramayu, dihentikan oleh penyidik dari Ditreskrimum Polda Jabar.


Jajaran Ditreskrimum Polda Jabar, telah melakukan rangkaian gelar perkara terkait dengan kasus dugaan pencabulan yang dilakukan pimpinan pondok pesantren di Indramayu yakni Panji Gumilang.

Dirreskrimum Polda Jabar Kombes Patoppoi mengatakan, bahwa unsur dugaan cabul sebagaimana diatur dalam Pasal 289 KUHPidana tak terbukti atau sudah dihentikan.

Diketahui, aksi dugaan cabul itu dilakukan pada tahun 2017 lalu.


“Penyidik sudah melakukan gelar perkara, dan tidak terpenuhi Pasal 289 KUHP,” kata dia melalui pesan singkat, Senin (10/5).

Direskrimum menegaskan, bahwa pertimbangannya yang tadi itu, pasal 289 KUHP tidak terpenuhi.

Adapun Pasal 289 KUHPidana berbunyi: “Barangsiapa dengan kekerasan atau ancaman kekerasan memaksa seseorang melakukan atau membiarkan dilakukan perbuatan cabul dihukum karena merusakkan kesopanan dengan hukuman penjara selama-lamanya sembilan tahun”.

Sebelumnya, laporan ke Polda Jabar tertuang di dalam surat laporan LP/B/212/II/2021 tanggal 22 Februari 2021. Polisi telah memintai keterangan dari sekitar 24 orang saksi sebelum melakukan gelar perkara.

(rif/pojoksatu)