Terdakwa Kasus Ruang Terbuka Hijau Bandung Curhat di Persidangan, Ngaku Diperas Oknum KPK

Terdakwa kasus dugaan korupsi Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kota Bandung, Dadang Suganda ungkap ada oknum penyidik KPK memeras dirinya dalam sidang di Pengadilan Tipikor Bandun, Kamis (28/4/2021). Foto: Arief/PojokSatu.id
Terdakwa kasus dugaan korupsi Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kota Bandung, Dadang Suganda ungkap ada oknum penyidik KPK memeras dirinya dalam sidang di Pengadilan Tipikor Bandun, Kamis (28/4/2021). Foto: Arief/PojokSatu.id

POJOKSATU.id, BANDUNG – Terdakwa kasus dugaan korupsi Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kota Bandung, Dadang Suganda curhat di depan Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Bandung perihal adanya oknum penyidik KPK yang memeras dirinya.

Dadang menjelaskna, dirinya didatangi tiga orang yang mengaku penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi berinisial ATH, E dan YB.

“ATH mengaku sebagai ketua tim. Dia menyinggung soal permintaan uang, namun tidak disebutkan berapa nominalnya. katanya anggap aja uang buang sial,” ujar Dadang, dalam persidangan, Kamis (29/4/2021) malam.

Pengacara Dadang Suganda, Efran Helmi Juni menanyakan berapa uang yang diminta.


“Jumlah uangnya tidak, tapi saya katakan saya tidak ada uang banyak, kalau Rp1 miliar-Rp 2 miliar mah ada,” paparnya.

Dadang menjelaskan, bahwa saat oknum KPK menghubunginya, dirinya berstatus saksi.

“Saat itu saya masih saksi, belum jadi tersangka. Nah setelah peristiwa itu, saya ditetapkan tersangka,” terangnya.

Hingga akhirnya, Dadang mengaku tidak menyerahkan uang tersebut.

“Kalau saya beri uangnya, saya seperti orang yang bersalah dalam kasus ini. Padahal saya ini pengusaha yang beli tanah sesuai prosedur,”

“Banyak orang yang sesuai profesi saya beli tanah untuk RTH, mekanisme pencairannya sama tapi kok tidak jadi tersangka,” jelasnya.