Kasus WNI Pulang dari India Sogok Oknum Bandara Demi Lolos Karantina, Pelaku Bertambah Jadi Empat Orang

Direktur Regident Korlantas Polri, Brigjen Yusri Yunus di Gedung NTMC Polri

POJOKSATU.id, JAKARTA- Total sebanyak empat orang jadi tersangka buntut meloloskan Warga Negara Indonesia dari India masuk ke Indonesia tanpa dikarantina.

Sebelumnya, polisi telah menetapkan tiga orang jadi tersangka.

“Sekarang bertambah dan berkembang satu tersangka lagi inisial GC,” ucap Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus kepada wartawan, Rabu (28/4)

Kata polisi, GC dapat bagian cukup besar juga dalam praktik curang ini. Dari Rp6,5 juta yang dibayarkan oleh pemakai jasa, GC mendapat Rp4 juta. Dirinya berperan meloloskan pemakai jasa saat hendak dikirim ke lokasi karantina.


Dimana, pemakai jasa awalnya sudah dicek administrasi kesehatan oleh pihak Imigrasi. Kemudian, saat pemakai jasa dikirim ke lokasi karantina, GC akan memasukan data pemakai jasa ke lokasi karantina yang ditunjuk, tapi pemakai jasa tidak pernah memasuki area karantina.

“Setelah dia dapat Rp4 juta, orangnya ini bisa langsung pulang. Ini peran GC kami masih dalami lagi,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, seorang bapak dan anaknya dicokok polisi buntut memasukkan WNI yang baru pulang dari India tanpa mengikuti prosedur.

Buntut India mengalami tsunami COVID-19, diketahui mereka yang masuk Tanah Air dari sana harus menjalani karantina dahulu. Setelah itu, mereka menjalani swab test yang jika hasilnya negatif baru boleh keluar.

S dan RW lantas meloloskan JD yang baru pulang dari India tanpa perlu dikarantina dengan membayar sejumlah uang.

“Memang ada pengetatan yang datang dari India, pertama harus melalui karantina selama 14 hari tetapi yang bersangkutan tanpa melewati karantina kemudian diurus oleh S dan RW bisa berhasil keluar tanpa karantina dan kembali ke rumahnya,” kata Yusri Yunus beberapa hari lalu.

(dhe/pojoksatu)