Kasus Bapak dan Anak Loloskan WNI dari India Tanpa Karantina, Akhirnya Tidak Ditahan, Ini Alasannya

Direktur Regident Korlantas Polri, Brigjen Yusri Yunus di Gedung NTMC Polri

POJOKSATU.id, JAKARTA- Polisi menyebut tiga tersangka yang izinkan warga negara Indonesia (WNI) dari India masuk Indonesia tanpa perlu karantina tidak ditahan.

Mereka adalah bapak dan anak berinisial S serta RW serta WNI berinisial JD yang memakai jasa bapak-anak tersebut.

“Kami tidak lakukan penahanan,” kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus kepada wartawan, Rabu (28/4)

Alasannya, karena ancaman hukuman ketiganya dibawah lima tahun. Meski tidak ditahan, polisi menegaskan kalau kasus tetap berjalan.


Mereka dikenakan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular dan Pasal 6 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan.

Polisi sendiri telah menangkap tersangka baru berinisial GC sehingga total ada 4 tersangka.

“Karena ancaman di bawah lima tahun. Tapi proses tetap berjalan,” ucapnya.

Sebelumnya diberitakan, seorang bapak dan anaknya dicokok polisi buntut memasukkan WNI yang baru pulang dari India tanpa mengikuti prosedur.

Buntut India mengalami tsunami COVID-19, diketahui mereka yang masuk Tanah Air dari sana harus menjalani karantina dahulu. Setelah itu, mereka menjalani swab test yang jika hasilnya negatif baru boleh keluar.

S dan RW lantas meloloskan JD yang baru pulang dari India tanpa perlu dikarantina dengan membayar sejumlah uang.

(dhe/pojoksatu)